13 Negara yang Menghalalkan LGBT, Sempat Jadi Kontroversi
- VIVA/BBC
2. Belgia
Hak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Belgia dianggap sebagai salah satu yang paling progresif di Eropa dan di dunia. Aktivitas seks sesama jenis telah dilegalkan semenjak tahun 1795 dan batas usia untuk berhubungan seks disamakan pada tahu 1985. Setelah mengakui pasangan terdaftar pada tahun 2000, Belgia menjadi negara kedua di dunia yang melegalisasi pernikahan sesama jenis pada tahun 2003. Adopsi oleh pasangan sesama jenis sepenuhnya dilegalkan pada tahun 2006 dan disamakan dengan adopsi oleh pasangan lawan jenis. Pasangan lesbian juga diberi akses terhadap fertilisasi in vitro.
Selain itu, kaum LGB dilindungi dari diskriminasi dalam pekerjaan, perumahan, dan akomodasi publik dan privat semenjak tahun 2003, sementara perlindungan dari diskriminasi berdasarkan identitas/ekspresi gender ditetapkan semenjak tahun 2014.
Transeksual diperbolehkan mengubah gender mereka secara hukum dengan mengikuti persyaratan tertentu semenjak tahun 2007. Belgia sering kali dianggap sebagai salah satu negara yang paling bersahabat dengan kaum gay, dan hasil-hasil survei menunjukan bahwa sebagian besar warga Belgia mendukung pernikahan sesama jenis dan adopsi anak oleh pasangan sesama jenis.
Mantan Perdana Menteri Belgia Elio Di Rupo adalah seorang homoseksual dan merupakan salah satu dari tiga Perdana Menteri di dunia yang secara terbuka menyatakan diri sebagai seorang gay
3. Kanada
Ternyata Parlemen Kanada telah lebih dulu melegalkan pernikahan sesama jenis. Negara Kanada juga telah menerbitkan lebih dari 15.000 surat nikah bagi pasangan sejenis yang tinggal di negara itu.
4. Spanyol
Tepat pada tanggal 30 Juni 2005, Parlemen Spanyol melegalkan pernikahan sejenis. Hal ini sangat ditentang oleh Gereja Katolik.  Namun tercatat dalam sejarah pada tanggal 8 Juni 1901, Elisa Sanchez Loriga berpakaian layaknya seorang pria dan berprilaku layaknya laki-laki.
Pasangannya adalah Marcela Gracia Ibeas. Kemudian setelah kebohongan itu terbongkar mereka kehilangan pekerjaan dan harus meninggalkan Spanyol. Sehingga pernikahan mereka menjadi pernikahan sejenis pertama yang tercatat dalam sejarah Spanyol.
5. Finlandia
Sejak beberapa tahun lalu negara tetangga Finlandia seperti Denmark, Swedia dan Norwegia telah mengesahkan UU pernikahan sesama jenis. Finlandia pun mengikuti jejak negara tetangganya pada 20 Febuari 2015. Namun, implementasi hukum ini baru bisa dilakukan pada akhir tahun ini.