Belajar Hidup dengan Literasi Rumah Baca Aksara
- Jo Kenaru (NTT)
Bunga Telang, salah satu jenis tanaman herbal yang sampai sekarang dibudidayakan di Rumah Baca Aksara sebagai produk minuman herbal.
Pengolahan pupuk organik di Rumah Baca Aksara, Ruteng, NTT
- Jo Kenaru (NTT)
Anggota aktif di RBA kian bertambah masing-masing dengan kekuatan inovasi. Demi menyalurkan kemampuan yang ada di dalam komunitas RBA, dibuatlah pemetaan potensi untuk dilebur ke dalam divisi-divisi kerja tambahan.Â
Divisi tambahan yaitu  Divisi Art (mural, sketsa, dll) Musik & Seni Pertunjukan, Dekorasi & Dokumentasi, Daur Ulang Kertas dan Divisi Litbang sebagai wadah pendistribusian pengetahuan melalui penelitian-penelitian kecil terkait isu lingkungan.Â
Ruang Buku Aksara
Di luar konsep divisi kerja dengan kegiatannya masing-masing, RBA juga mengelola perpustakaan dengan hampir ribuan judul buku dari berbagai genre yang dapat diakses oleh kalangan umum dan bisa dipinjam ke rumah dengan syarat-syarat tertentu.Â
"Sambil di samping ruang perpustakaan masyarakat yang bisa diakses gratis kami berupaya membuka toko buku kecil dengan nama "Ruang Buku Aksara". Buku-buku tersebut dibeli langsung dari penerbit dan kembali kami jual demi memenuhi kebutuhan literasi masyarakat," ujar Gheril kepada ViVa.
Sadar akan ragam persoalan serta dinamika yang terjadi di ruang lingkup masyarakat, RBA pun memanfaatkan kerja kolaboratif dalam rumpun berkesenian, ragam projek, kegiatan pertunjukan serta agenda diskusi tematik, demi membuka wawasan kritis, pembentukan ruang kesadaran melalui distribusi informasi pengetahuan.Â
"Biasanya agenda-agenda ini kami gelar di setiap akhir pekan," tutur Gheril.
Dia menekankan, ber-literasi bisa melihat hidup karena literasi memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Literasi tidak sekadar tentang membaca dan menulis tapi lebih jauh tentang kompetensi.
Kegiatan literasi bergerak Rumah Baca Aksara, Ruteng, NTT
- Jo Kenaru (NTT)
Open donasi pengobatan
Juga tak luput dari perhatian RBA yakni kegiatan sosial. Mereka berinisiatif membuka tabungan solidaritas khusus untuk pasien balita yang membutuhkan biaya pengobatan. Dana ini terkumpul melalui keterlibatan publik dengan mengadakan agenda kesenian ke berbagai titik dan berkolaborasi dengan komunitas lokal yang ada di Kota Ruteng.Â
"Ketika ditanya terkait sumber dana yang menggerakkan ragam kegiatan serta operasional di RBA dengan rasa bangga kami menyatakan bahwa sampai sejauh ini kami masih melangkah berkat hasil pengelolaan managemen keuangan dari ragam alat produksi serta produk jasa yang kami kerjakan dari 6 divisi kerja. Serta didukung dari hasil urunan sejumlah kawan kolektif aktif yang telah loyal bekerja untuk misi-misi kebaikan," ulas Gheril Ngalong.