5 Tips Diet Intermittent Fasting yang Efektif untuk Pemula

Cara Sehat Menurunkan Berat Badan
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VIVA – Diet intermittent fasting (IF) menjadi semakin populer karena cara kerjanya yang efektif dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan tubuh.

img_title Kulit Mengendur Setelah Diet? Kenali Cara untuk Membentuk Kontur Tubuh

Intermittent fasting bukanlah tentang jenis makanan yang Anda makan, melainkan tentang kapan Anda makan. Dengan mengikuti pola makan ini, tubuh dapat lebih fokus pada pembakaran lemak dan perbaikan sel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pemula, memahami cara diet intermittent fasting yang benar sangat penting untuk meraih hasil maksimal. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah 5 tips diet intermittent fasting yang dapat membantu Anda memulai perjalanan diet dengan sukses.

img_title Jangan Asal Kurangi Nasi, Ini Cara Diet yang Lebih Tepat untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas

Ilustrasi perut rata dari proses menurunkan berat badan.

Photo :
  • Freepik: drobotdean

1. Mulai Perlahan dengan Waktu Puasa yang Singkat

img_title Wanita Mulai Susah Turunkan Berat Badan Setelah 30 Tahun? Ternyata Penyebabnya Bukan Cuma Metabolisme

Bagi pemula, penting untuk memulai diet intermittent fasting secara perlahan agar tubuh dapat beradaptasi dengan perubahan pola makan. Jika Anda baru pertama kali mencoba IF, cobalah metode 12/12, di mana Anda berpuasa selama 12 jam dan makan dalam jangka waktu 12 jam.

Sebagai contoh, Anda bisa mulai makan pada pukul 7 pagi dan selesai pada pukul 7 malam. Setelah tubuh mulai terbiasa, Anda bisa mencoba metode yang lebih intens, seperti 16/8 (puasa selama 16 jam dan makan dalam periode 8 jam). Mulai perlahan untuk menghindari rasa lapar berlebihan dan menjaga kenyamanan selama berpuasa.

2. Pilih Metode Intermittent Fasting yang Sesuai

Ada berbagai metode intermittent fasting yang bisa Anda pilih, dan penting untuk memilih yang sesuai dengan gaya hidup Anda. Beberapa metode yang populer antara lain:

Metode 16/8: Puasa selama 16 jam dan makan dalam jangka waktu 8 jam. Ini adalah metode paling umum dan mudah dilakukan.

Metode 5:2: Anda makan secara normal selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi kalori hanya 500-600 pada 2 hari non-berturut-turut.

Eat-Stop-Eat: Puasa selama 24 jam satu atau dua kali seminggu. Pilihlah metode yang paling nyaman dan sesuai dengan rutinitas harian Anda agar diet ini dapat dijalani dengan konsisten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Perhatikan Kualitas Makanan yang Dikonsumsi

Meskipun intermittent fasting berfokus pada waktu makan, kualitas makanan yang Anda konsumsi tetap sangat penting. Selama periode makan, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, seperti sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut