Alasan Indonesia Masih Impor Bahan Baku Pangan

Rempah-rempah.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Indonesia adalah negara kaya, kaya akan sumber daya manusia dan sumber daya alam. Namun, kekayaan tersebut belum membuat Indonesia sukses dalam mencukupi kebutuhan para penduduknya. Masih banyak aneka bahan pangan yang diimpor untuk memenuhi permintaan di Indonesia.

Kemendag Ungkap IEU-CEPA Bakal Sumbang 0,04 Persen ke Ekonomi RI

Ironis, namun memang demikian adanya. Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, Msi selaku Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB menjelaskan bahwa maraknya impor bahan baku di Indonesia disebabkan oleh keterbatasan industri Indonesia dalam mengolah bahan baku ke dalam bentuk sekunder atau tersier.

"Bahan baku memang banyak di Indonesia, dalam rempah-rempah kita adalah produsen terbesar, tapi yang kita jual adalah bentuk primer," ujar Nuri saat jumpa pers Food Ingredients (FI) Asia di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 7 September 2016.

Surplus Neraca Dagang April 2025 Terendah dalam 60 Bulan, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bagi Nuri, impor bisa dikurangi ketika industri sudah mampu mengolah bahan baku dari bentuk primer menjadi bentuk sekunder dan tersier berkualitas tinggi. Jika tercapai maka tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi Indonesia juga bisa memenuhi permintaan pasar internasional.

"Saat ini kita mengimpor sekunder, tersiernya dengan mengekspor primernya. Itu yang terjadi di Indonesia," ungkap Nuri.

BPS Tiba-tiba Umumkan Ubah Jadwal Rilis Ekspor-Impor, Ada Apa?

Indonesia, menurutnya bisa memulai dari bahan paling kecil seperti ekstrak vanila, minyak cengkeh, minyak pala. Ia yakin Indonesia bisa merajai pasar asal kualitas produk yang dihasilkan tinggi dan memiliki keunikan dari negara lain.

"Enggak usah yang besar, misalnya ekstrak vanila, kemudian minyak cengkeh, minyak pala tapi kualitasnya prima itu akan merajai tapi emang harus yang unik dan kemampuan itu tidak dimiliki negara lain," kata dia.

Ketum Kadin, Anindya Bakrie; Dubes India untuk RI, Sandeep Chakravorty

Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

Anindya Bakrie dan Dubes Sandeep membahas perkembangan sejumlah working group yang telah disepakati di 'CEO Forum Indonesia-India' pada Januari 2025 lalu.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2025