SOROT 486

Kotak Kaca Penyambung Nyawa

Inkubator Rumahan Gratis ala Prof. Raldi
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Adji yang kini mengelola empat inkubator gratis di Surabaya, mengaku bersama keluarganya begitu bersemangat ketika ada yang hendak meminjam inkubator kepada mereka.

img_title Innalillahi! Perempuan di Sragen Melahirkan saat Latihan Silat, Bayinya Meninggal

Perasaan dibutuhkan dari mereka yang membutuhkan, telah membuat Adji makin termotivasi untuk berbagi. Selain itu, lewat itu juga kini Adji dan keluarga merasa mendapat keluarga baru dari mereka yang telah dibantunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keluarga saya jadi bertambah sekarang," ujar pria yang mengaku telah melayani setidaknya 70 bayi yang membutuhkan inkubator tersebut.

img_title RSCM Luncurkan Breast Milk & Enteral Nutrition Center, “Jembatan” Kehidupan Bagi Bayi Prematur

Kisah Relawan Inkubator, Penyelamat Bayi Prematur

Anak yang pernah menggunakan inkubator gratis, Faiz Permana (2,4 tahun) bersama ibunya, Siti Aminah (VIVA/M. AliWafa)

img_title Benarkah BPA Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur? Begini Penjelasan Dokter Kandungan

Belum Diakui Pemerintah

Sejauh ini, Indonesia memang menghadapi urusan cukup pelik terkait kematian bayi akibat kondisi prematur. Setidaknya, saat ini ada 15 persen bayi terbelit masalah ini.

"Prematur penyebab kematian yang tinggi," kata Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Rosalina Dewi Roeslani.

Sebab, kata Rosalina, kondisi bayi prematur atau bayi yang belum siap lahir umumnya memiliki kondisi organ yang belum utuh.

Semakin kecil usia gestasinya atau di bawah 37 minggu kehamilan, dan berat badannya, maka risiko juga semakin bertambah. 

Kondisi itu juga semakin rumit ketika perawatannya. Sebab, membutuhkan biaya yang tak sedikit. "Makin kecil dia (bayi), perawatannya makin mahal, makin high technology. Itu tidak semua RS kita cukup alatnya," ujar Rosalina.

Bahkan, kata Rosalina, jika pun ada peralatannya, seperti yang kini ada di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Namun, rupanya angka kelahiran prematurnya malah lebih tinggi. "Kita (jadinya) selalu kekurangan," ujarnya.

Karena itu, Rosalina pun tak menampik, perkara biaya itu juga menjadi salah satu penyumbang kematian bayi. Sebab, rata-rata biaya mencapai Rp10 juta per hari untuk penggunaan inkubator.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka ini akan menjadi sebuah masalah besar bagi bayi miskin yang membutuhkan setidaknya satu bulan untuk perawatan intensif. Meski sekalipun kini, pendanaan ini ditanggung pemerintah lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Bisa saja kalau kemiskinan menyebabkan kematian. Soalnya dia dari awal harus sudah mendapat tata laksana yang benar," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut