SOROT 493

Hikayat Gempa di Batavia

Panik Gempa di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

Dalam skala 8 MMI, dikutip situs BMKG, kondisi ini menggambarkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

img_title Akulaku Group Salurkan Bantuan Pangan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi NTT

Getaran berintensitas 8 MMI saja sudah cukup kuat untuk menyebabkan kehancuran menyeluruh bangunan-bangunan masa kini di sebuah pusat permukiman di Indonesia. Sebagai gambaran, tingkat getaran yang menghancurkan ribuan rumah dan menimbulkan korban jiwa di dataran Bantul pada Gempa Yogya 2006, punya intensitas 7 hingga 8 MMI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gempa Yogyakarta

img_title Update BMKG: Terjadi 14.993 Gempa Susulan di NTT Sejak 15 Agustus 2026

Ma'rufin menuliskan, apa yang terjadi saat gempa 5 Januari 1699 itu jika mengguncang Jakarta pada masa kini, dampaknya begitu dahsyat.  

Dia mengatakan, dalam makalah Geosicence Australia itu analisis lanjutan berbasis perangkat lunak InaSAFE yang dikembangkan BNPB menunjukkan, gempa 1699 itu jika terjadi persis sama, maka potensi korban jiwa yang direnggut mencapai 100 ribu orang dan tak kurang 76 juta jiwa lainnya berpotensi mengungsi akibat rusaknya pemukiman.

img_title Gempa M6,5 Guncang Jakarta Pagi Ini, Getarannya Terasa Sampai Yogyakarta hingga Padang

Gempa 22 Januari 1780

Belum genap seabad kemudian, Batavia kembali diguncang gempa awal tahun. Pada 22 Januari 1780, dalam catatan ahli geologi Hindia Belanda Alfred Wichmann, gempa itu merusak kota penting Hindia Belanda kala itu.

Surono mengatakan, Wichmann memang berkontribusi memberikan data gempa yang pernah mengguncang Jakarta. Dia mengatakan, data gempa besar di Jakarta dilacak dari dokumen Belanda. Salah satunya katalog gempa Arthur Wichmann. Katalog tersebut disusun Wichmann di Royal Academy of Science di Amsterdam pada 1918.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti dalam makalah Indonesia's Historical Earthquakes mencatat, gempa 1780 memang sedikit tercatat dalam literatur. Guncangan dari dalam tanah akibat gempa ini terasa di seluruh tanah Jawa, bahkan sampai ke tenggara Sumatera. Goncangan paling kuat gempa ini terasa di Jawa Barat. Di Batavia kala itu, gempa menyebabkan 27 gudang dan pemukiman runtuh di kanal Zandsee dan Moorish di area Jakarta Pusat saat ini.

Sebuah Buku berjudul Transits of Venus: New Views of the Solar System and Galaxy mencatat, bahwa Observatorium Mohr yang terletak di Batavia, adalah observatorium yang sukses melaporkan beberapa kejadian Transit of Venus (kondisi saat Matahari Venus dan bumi dalam satu garis). Namun, observatorium tersebut hancur akibat gempa tahun 1780. Padahal observatorium pertama di Batavia itu selesai dibangun pada 1765. Robuhnya observatorium itu juga ada dalam catatan Wichmann.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut