SOROT 493

Hikayat Gempa di Batavia

Panik Gempa di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

Gempa itu digambarkan Wichmann, memicu terjadinya ledakan dahsyat di Gunung Salak, 2 menit setelah goncangan. Gempa itu juga membuat Gunung Gede 'batuk'. Sementara di Bantam (Banten) terjadi getaran kuat. Wilayah Cheribon (Cirebon) hanya mengalami getaran lemah atau kecil.

img_title Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa Bumi NTT

Dampak gempa juga terasa di lautan. Kapal Willem Frederik yang sedang masuk di Selat Sunda merasakan gempa dasar laut akibat gempa tersebut. Albini dkk dalam buku Global Historical Earthquake Archive and Catalogue (1000-1903) memperkirakan, gempa 22 Januari itu punya magnitudo 8,5 atau lebih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam analisis Indonesia's Historical Earthquakes, peneliti Geoscience Australia berhipotesa, sumber gempa 22 Januari 1780 adalah Sesar Baribis yang terletak di bagian utara Pulau Jawa dan membentang dari Kabupaten Purwakarta ke perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.

img_title Relawan Asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Jenazah Dievakuasi Basarnas

Data yang terbatas dari gempa 22 Januari ini, peneliti memperkirakan kala itu Batavia (Jakarta) mengalami intensitas getaran gempa 8 MMI, Buitenzorg (Bogor) mengalami intensitas 7 MMI, Banten mengalami intensitas 6 MMI dan Cheribon (Cirebon) dengan 3 MMI.

Dalam skenario maksimum, hanya Batavia yang mengalami intensitas 8 MMI dalam gempa tersebut. Dari analisis tersebut, sumber gempa 22 Januari itu berasal dari kedalaman daratan 12 kilometer dan membentang sampai 45 kilometer.

img_title Paus Leo XIV Sampaikan Rasa Duka untuk NTT

Analisis lanjutan berbasis perangkat lunak InaSAFE menunjukkan, jika gempa 22 Januari 1780 terjadi pada kondisi yang sama, maka kemungkinan akan menimbulkan korban 34 ribu jiwa dan memaksa sekitar 50 juta warga mengungsi.

sorot gempa bumi

Orang-orang berhamburan keluar dari gedung saat gempa mengguncang Jakarta beberapa waktu lalu 

Istana Bogor Runtuh

Malam hari, tanah berguncang kembali melanda Batavia pada 10 Oktober 1834. Dampak tanah bergetar terlihat jelas pada pagi harinya.

Beberapa lokasi di Batavia mengalami kerusakan. Beberapa permukiman dan bangunan batu termasuk Istana di Weltevreden, yang kini menjadi Gedung Kementerian Keuangan, rusak. Sejumlah gudang Hindia Belanda dan perumahan kota Batavia juga rontok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara di Batavia timur, Tjilangkap (Cilangkap) beberapa rumah batu dilaporkan mengalami kerusakan sebagian dan rusak parah.

Menurut makalah Indonesia's Historical Earthquakes, gempa kala itu dianggap sebagai gempa terburuk yang melanda di Batavia. Untungnya tidak ada korban jiwa yang jatuh di Batavia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut