- ANTARA/Andika Wahyu
Sedangkan getaran dan kerusakan terjadi di Buitenzorg (Bogor). Makalah itu menyebutkan hampir semua bangunan dari batu di kota ini tak bisa dihuni, sebab rusak parah dan sebagian bangunan lainnya runtuh. Bahkan gempa tersebut membuat bagian utama Istana Buitenzorg atau Istana Bogor runtuh. Bagian yang runtuh termasuk bagian tengah istana, dinding luar timur istana dan dan ruang pengiriman paling utara istana.
Kantor pos di Cihanjawar terkubur tanah dan menyebabkan korban jiwa 5 orang dan 10 kuda. Sungai Cihanjawar juga penuh dengan serpihan dampak reruntuhan gempa. Banjir ganas juga membawa reruntuhan kantor pos di sungai tersebut.
Gempa 10 Oktober 1834 dampaknya juga terjadi di Bantan (Banten), Krawang (Karawang), Preanger (Priangan).
Goncangan di daratan itu untuk wilayah timur terasa sampai ke Tagal (Tegal), dan wilayah barat terasa di Lampong (Lampung). Perkiraan peneliti, magnitudo gempa tersebut yakni 7 SR.
Kesamaan distribusi dan intensitas gempa di area terdampak mengindikasikan sumber gempa 10 Oktober ini mirip dengan yag terjadi di tahun 1699, tapi dengan magnitudo yang lebih kecil.
Analisis peneliti berkesimpulan skenario gempa 10 Oktober ini yakni gempa daratan yang bersumber dari Sesar Baribis, dengan tipe sesar naik. Pusat gempa pada kedalaman 12 kilometer dan membentang sampai 45 kilometer. Skenario ini sesuai dengan tingkat intensitas getaran dan dampak yang terjadi.
Berdasarkan laporan area yang paling terdampak dari gempa ini adalah Batavia, Buitenzorg, Tjanjor (Cianjur), istana dan rumah bupati di Cihanjawar sebagin runtuh dan terjadi longsor besar.
Kerusakan tersebut merupakan tipe intensitas gempa 8 MMI. Dalam simulasi MMI, dampak Sesar Baribis itu menimbulkan intensitas gempa tipe 8 dan 9 pada area terdampak, dan dan simulasi itu sesuai dengan intensitas getaran gempa yang dilaporkan.
Skenario ini juga menghasilkan intensitas gempa tinggi di Banten, Karawang dan Tegal, namun menariknya tidak ada laporan kerusakan signifikan yang terjadi di area tersebut.
Peneliti menduga, kemungkinan karena kedalaman gempa 12 kilometer di dalam tanah dan guncangan tanah terkonsentrasi sebagian besar terjadi di dekat sesar. Teorinya, saat jarak daerah terdampak makin jauh dari sumber gempa, maka intensitas gempa harusnya menurun atau kecil.