SOROT 502

Gairah Generasi Taqwa

Sorot ghirah - Umat muslim melakukan ibadah ramadan dengan membaca Alquran
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Sorot ghirah - Umat muslim wanita membaca Alquran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah

img_title Menteri Agama Ingatkan Ormas Razia saat Ramadan Berpotensi Kerawanan



Ustaz Solmed tak menampik munculnya ceramah-ceramah viral di media sosial juga menjadi salah satu pemicu anak muda untuk bergerak mengaji dan membuat komunitas pengajian. Ditambah rasa ingin tahu kaum muda ini sangat tinggi, sehingga perlu difasilitasi pada kanal-kanal yang positif. Ia berharap gejala ini bukan tren semata.

"Kalau hanya sekedar tren rugi, tidak sungguh-sungguh saya berharap ini bukan hanya sekedar tren seru-seruan, ajang untuk selfie-selfian tapi memang ini sebuah ketulusan karena ketidaktahuan, maka ngaji. Dan benar benar ngaji ada ustadnya ada gurunya," ujar Ustaz yang juga menginisiasi pengajian sebulan sekali di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Kaum Muda Umrah Meningkat

img_title VIDEO: 6 Iklan Inspiratif yang Bikin Hati 'Luluh Lantak'

Fenomena hijrah kaum muda ini semakin tak terbatas. Mereka terus mengaktualisasi dirinya pada semua aspek keagamaan. Tak hanya memenuhi masjid untuk salat lima waktu, menghadiri pengajian dan eksis di semua kegiatan sosial keagamaan, kaum muda juga mulai menginvestasikan hartanya untuk ibadah haji dan umrah.

Setidaknya data Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) menunjukkan, ada tren dalam 10 tahun terakhir, orang-orang yang berangkat haji dan umrah adalah mereka yang berusia relatif lebih muda. "Hampir 50 persen usianya 25-34 tahun," kata Wakil Ketua Himpuh, Muharom Ahmad kepada VIVA, Rabu, 23 Mei 2018.

Menurut Muharom, data ini menunjukkan adanya korelasi di kalangan menengah anak muda muslim yang mempunyai daya beli, kecenderungan memindahkan hartanya untuk perjalanan umrah, dengan kesadaran beragama.

Seiring bertambahnya kelompok menengah muslim, atau keluarga muda yang mempunyai daya beli, mengajak anak-anak remaja mereka untuk pergi haji dan umrah. Ditambah kesadaran keagamaan yang meningkat, menjadi faktor kenapa kaum muda mulai minat melakukan perjalanan umrah.

img_title Mendag Klaim Berhasil Stabilkan Harga Pangan Saat Ramadan dan Lebaran

"Kalau orang kaya punya daya beli tapi tidak punya kesadaran beribadah dan beragama sama saja,  kelompok muslim menengah dan anaknya tidak akan berangkat," ujar pria yang juga Direktur Biro Perjalanan WahanaHajiUmroh.com ini.

Berbeda dengan ibadah haji, lanjut Muharom, kecenderungan jemaah muda haji umumnya di atas usia 35 tahun. Tentu ini juga sebuah hal positif. Bila dulu ibadah haji identik dengan mereka yang berusia rata-rata 55 tahun, kini jemaahnya lebih muda. "Dalam 10 tahun terakhir trennya keluarga muda berangkat haji, usia 35 lebih banyak," kata dia.

Kendati pun di biro travel yang dia pimpin belum ada anak muda yang membayar sendiri ibadah haji, rata-rata masih diajak oleh orang tua mereka. Namun setidaknya kesadaran beragama anak muda, ditambah adanya daya beli, mendorong mereka untuk beribadah umrah dan haji. "Orang tua selalu bilang, sekarang berangkat dulu sama mama papa nanti kalau sudah nikah bawa istri atau suami," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut