- ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
![]()
Psikolog Sani Budiantini Hermawan melihat, fenomena hijrah islami kaum muda ini bagian dari cara mereka mengekplorasi diri masing-masing. Sebab, untuk mendalami ilmu agama suatu kebutuhan setiap orang yang berbeda-beda. Tapi umumnya, mereka butuh untuk ketenangan.
Pemahaman agama yang baik adalah suatu kebutuhan, di tengah banyak influence negatif dari luar, seperti paham radikal teroris dan paham mudah menkafirkan orang. Sehingga perlu adanya ketahanan dalam sisi agama yang benar yang tidak salah, agar jangan sampai ikut ke dalam sekte-sekte yang keliru. Bisa juga, anak muda ini terpanggil untuk mengadakan suatu forum lebih ke arah mengedukasi orang baik dalam sisi agama maupun membahas dari masalah yang ada.
"Jadi awareness-nya yang meningkat, ada kesadaran pada remaja atau dewasa muda zaman sekarang untuk lebih mendalami, mengetahui lagi apa yang terjadi supaya tidak misleading. Karena sudah ada kebutuhan untuk menambah pengetahuan yang lebih dalam," kata Sani Budiantini kepada VIVA, Rabu, 23 Mei 2018.
Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini meyakini, agama ini bukan pelarian anak muda. Tapi karena ada kebutuhan spiritual yang tidak terpenuhi, disebabkan banyaknya kegiatan, bermedsos ria yang kepuasan juga cuma sesaat, meng-upload suatu konten dan melihat konten yang di-upload orang lain.
"Tapi kan di dalam itu kita tetap butuh ketenangan batin, itu enggak di dapat dari interaksi di sosial media. Kebutuhan inilah yang sebenarnya dicari dan ditemukannya di pertemuan-pertemuan di kajian spiritual," paparnya.
Sani memprediksi, aktivitas pengajian dan kegiatan spiritual kaum muda ini akan semakin semarak ke depannya. Perkembangan media sosial turut menyumbang masif gerakan dakwah anak muda. Disamping tujuan dan pesan keagamaannya tersampaikan, mereka juga bisa berkreasi membalut dakwah dengan aktivitas lain sesuai dengan zamannya.
"Kalau kita lihat dulu pengajian-pengajian cuma di forum yang kecil, sekarang pengajian itu sudah meluas banget, yang buat taklim juga sudah banyak, jadi prediksi saya ke depan, jauh lebih banyak lagi," ujar psikolog anak dan keluarga ini.
Pendidikan Agama