- VIVA/Yasir
Halaman sebelah kiri masjid ditumbuhi rumput liar. Kemudian di pekarangan belakang pun juga sama. Seperti tidak terawat terkesan dibiarkan dan warna dinding benteng kusam dan berlumut. Juga beberapa benteng seperti benteng inong bale, benteng indraparta kondisinya nyaris tak pernah dirawat. Padahal bangunan itu sudah termasuk dalam benda cagar budaya yang dilindungi.
Kasubag Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, Dahlia, tak menampik masih banyak peninggalan dan jejak kerajaan islam yang masih belum terpelihara dengan baik. Dan dalam kondisi tidak terawat. Seperti Masjid Tuha Indrapuri dan nisan-nisan kuno yang ada di sudut Kota Banda Aceh.
"Bukan berarti kita mengabaikan, tapi kita tetap memantau objek-objek itu. Kemudian kita perbaiki dan rawat melalui pihak ketiga, memang masih banyak yang kondisinya mengkhawatirkan. Ini tugas kita ke depan," ujarnya.
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, kerajaan Islam selain Yogyakarta dan Surakarta yang masih eksis antara lain Cirebon, Tidore, Siak, Deli, dan lain-lainnya. Menurutnya, kerajaan-kerajaan itu bertahan karena menjaga simbol kulturalnya.
Dia menyampaikan sejak Republik Indonesia berdiri, semuanya sepakat untuk bersama-sama membangun negara ini. Misalnya saja kerajaan Siak, rajanya ketika itu menyerahkan mahkotanya kepada Republik.
"Itu tandanya bahwa mereka ikut di dalam Republik. Setelah itu mereka lebih kepada penguatan kultur atau tradisi. Jadi kalau sekarang itu ditanyakan peran keraton sekarang itu utamanya sebagai penjaga benteng tradisi, karena mereka pewaris tradisi dan pelestari tradisi itu juga," katanya saat dihubungi VIVA, Kamis, 7 Juni 2018.
Hilmar melanjutkan kerajaan-kerajaan itu juga hingga kini masih memiliki pengaruh sosial. Masyarakat sekitar masih menganggap mereka. Tapi memang yang masih memiliki fungsi pemerintahan daerah hanya Yogja dengan kesultanan Yogjanya karena Sultan Hamengkubuwono sebagai Gubernur DIY.
"Kalau yang lain memang sudah tidak memiliki fungsi pemerintahan," ujar Hilmar.
Hilmar menambahkan fungsi keraton atau kerajaan-kerajaan termasuk juga yang bercorak Islam itu saat ini bukan hanya sebagai simbol kekuasan dari masa lalu atau situs cagar budaya saja melainkan juga sumber untuk belajar, pendidikan, kegiatan-kegiatan yang bersifat pengetahuan, edukasi.