- reuters
Stasiun berita BBC mengungkapkan, korban tewas dalam kejadian tersebut jauh lebih banyak, 96 orang. Penyebab utama dari peristiwa mengenaskan tersebut adalah membludaknya penonton dan melebihi kapasitas stadion di laga semifinal Piala FA antara Liverpool melawan Sheffield Wednesday.
Mereka yang tewas kebanyakan karena terhimpit dan terinjak-injak. Pihak Liverpool, khususnya fans, sempat dijadikan kambing hitam atas kejadian ini. Namun belakangan hasil penyelidikan yang diumumkan pada 2016 lalu menyatakan polisi dan panitia lokal yang bersalah karena lalai mengatur mobilitas penonton di dalam dan luar stadion.
Kejadian berulang yang membuat banyak orang meninggal sia-sia membuat pemerintah Inggris serta seluruh pihak terkait dalam sepakbola di sana bertindak serius. Parlemenn Inggris pun menyusun undang-undang yang mengizinkan pengadilan untuk melarang suporter datang ke stadion, atau dikenal dengan The Public Order Act pada 1986.
Setelah itu muncul undang-undang Football Spectators Act 1989, yang melarang hooligans terhukum menghadiri pertandingan internasional. Dua tahun kemudian muncul The Football Offences Act 1991, yang secara khusus melarang suporter melempar barang ke dalam lapangan, dan nyanyian rasial. Namun, rentetan undang-undang itu tidak membuat hooligans kapok.
Pada perhelatan Piala Eropa 2000, hooligans kembali membuat ulah di Charleroi, Belgia. Ketika itu ratusan perusuh itu ditangkap polisi sebelum dan setelah laga Inggris melawan Jerman. Pasca-kerusuhan itu, pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang Football (Disorder) Act 2000.
Dalam undang-undang Football (Disorder) Act 2000, pemerintah Inggris benar-benar mengontrol hooligans. Bahkan dalam salah satu pasal di undang-undang itu disebutkan, hooligans yang bermasalah harus menyerahkan paspor mereka selama jadwal pertandingan internasional, agar tak bisa pergi ke luar negeri. Hasilnya, Inggris mampu mengontrol hooligans hingga kini.
![]()
Suporter Liverpool
Untuk mengontrol suporter di Premier League, klub-klub juga membantu Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Klub-klub Premier League akan menghukum penonton atau melarang mereka ke dalam stadion jika membuat kerusuhan. Kontrol itu bisa dilakukan melalui dicabutnya kartu anggota klub dan tiket musiman sang suporter.
Perbaiki Sistem Pengamanan
Berangkat dari pengalaman pahit di masa lalu, Inggris pun menyusun sistem pengamanan baku untuk laga sepakbola. Pada 2011 lalu The Guardian memuat keterangan dan penjelas dari salah satu aparat polisi senior yang sudah berpengalaman menangani pertandingan.