SOROT 527

Jargon Ngawur Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Twitter.com/@realDonaldTrump

"Donald Trump adalah seorang pedagang selama lebih dari setengah abad. Saat ini ia sedang menjual dirinya sendiri, cara pandangnya pada dunia, dan bagaimana sudut pandangnya terhadap hukum dan kebenaran. Alat utamanya adalah bahasa dan media.

img_title Trump Tuding China Campur Tangan dalam Pemilu AS, Kuasai 220 Juta Data Pemilih

Dengan kesetiaan mengabarkan kata-kata dan pemikiran Trump, media membantu Trump untuk melakukan serangan, dan dengan demikian Trump berhasil mengendalikan pers itu sendiri," ujar mereka seperti disampaikan melalui The Guardian, 13 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

img_title Daya Beli Tahan Banting, Pasar Domestik Diprediksi Bakal Untung Kalau ...

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Twitter.com/@realDonaldTrump)

Trump tahu pers memiliki naluri yang kuat untuk mengulangi kalimatnya, apalagi jika itu adalah kalimat yang paling memalukan. Tapi justru di situ persoalannya, dengan pengulangan yang terus dilakukan oleh media massa, Trump dengan jitu sudah berhasil memposisikan media sebagai agen pemasaran yang efektif untuk ide-idenya.

img_title Bursa Asia Fluktuatif saat Investor Perhatikan Reli Dow Jones yang Masih Berlangsung Sejak Pemilu AS

Pengulangan yang konstan di media massa dan media sosial membuat lontaran kata-kata Trump malah tersampaikan langsung ke publik.

Tapi tak hanya kalimat ngawur, Trump juga melontarkan dua kata yang akhirnya menjadi jualannya, "Make America Great Again," dan "America's First."

"America's First" atau Amerika Pertama diartikan oleh Lakoff dan Duran sebagai Amerika jauh lebih baik dibanding negara lain, yang menunjukkan kelemahan sekaligus kekuatan. Dan kekuatan dan kelemahan itulah yang digunakan oleh Trump untuk meraih kemenangan.

Sedangkan 'Make America Great Again' bukanlah ide orisinal Donald Trump, namun sudah digunakan oleh beberapa presiden AS. Tapi Trump terus melontarkannya melalui media sosial dan berbagai kesempatan.

Ketika Kata Bertakhta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemahiran Trump mengolah kata menunjukkan, sereceh apapun sebuah kata, ia bisa menjadi hal yang ajaib dan mampu mengubah sudut pandang seseorang. Apa yang dimainkan Trump sudah terbukti manjur. Lakoff dan Duran menjelaskan bagaimana kata-kata mampu menjadi sihir efektif.

"Bahasa bekerja dengan mengaktifkan struktur otak yang disebut frame-circuits yang biasa digunakan untuk memahami pengalaman. Mereka akan semakin menguat ketika kita mendengar bahasa tersebut terus diaktifkan. Melalui pengulangan yang konsisten, sehingga mereka menjadi permanen, dan mampu mengubah cara pandang kita pada dunia," tutur mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut