- Dok. Peneliti LIPI
Yan lalu bercerita kalau dari sejak dahulu LIPI tidak pernah ada masalah di internal. Karena, pimpinannya memiliki sifat mengayomi. Tapi sekarang berubah. Ia mengatakan LIPI yang sekarang dikendalikan oleh seorang otoriter.
Bola Liar
"Saya melihat kebijakan kepala LIPI sekarang adalah merasa yang paling benar. Jadi sumber masalah LIPI itu adalah dia pribadi. Kan, dari dahulu memang enggak pernah ada masalah kok. Prinsipnya harus diganti, tidak ada cara lain," tegas Yan.
Ia menambahkan, jika Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah membuat Tim Penyelaras yang mengundang para peneliti dan profesor LIPI untuk berbicara terkait persoalan ini. Akan tetapi, Yan mengaku tidak ada yang ikut di dalam diskusi tersebut.
"Kita juga ragu bahwa nantinya keputusan Tim Penyelaras itu cukup aspiratif. Karena, mereka juga cuma pilih-pilih membuat tim itu orang yang tidak tahu permasalahan terus ditarik. Orang yang pemahamannya cuma sepotong-sepotong, gitu," kata Yan, menyindir.
Dengan begitu, ia memandang keberadaan Tim Penyelaras kurang aspiratif dan fair. Saat ini, isu yang beredar hanya seputar dokumen perpustakaan yang jumlahnya 32 ribu yang terdiri dari tesis dan disertasi yang dimusnahkan.
"Bayangkan itu berani diloakin. Padahal itu produk intelektual, produk peradaban kita. Kalau dari daftarnya itu koleksi dari tahun 1912 sampai sekarang. Makanya jumlahnya sampai 32 ribu buku," tutur dia.
Yan berharap supaya pemerintah bersikap, dan tidak perlu merasa kehilangan muka. Ia pun mencontohkan sebuah surat keputusan atau SK saja bisa diperbaiki. Jadi kalau ditunda-tunda lagi dikhawatirkan menjadi bola liar, dan ujung-ujungnya, negara yang akan dirugikan.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI yang juga selaku Pelaksana Harian Kepala LIPI, Agus Haryono pernah bilang, saat ini pemerintah sudah membuat Tim Penyelaras yang terdiri dari unsur Kementerian PAN-RB, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Badan Kepegawaian Negara, dan LIPI.
"Tim akan memberikan rekomendasi alternatif penyelesaian serta usulan kebijakan akhir yang obyektif dan komprehensif sesuai koridor regulasi yang ada," ujar Agus.
![]()
Menpan RB bertemu Kepala LIPI