- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Tak hanya itu, di pekan kedua atau ketiga ramadan, maka kantornya akan mengajak rekan-rekan media untuk kumpul dan meminta masukan tentang bagaimana komunikasi kantor dan media. Dan puncaknya, perusahaan akan mengumpulkan sekian ribu karyawan, baik pekerja maupun engineers untuk mudik bareng.
Di luar kegiatan kantor, bagi Feskum sendiri, maka ramadan adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Mulai dari perbaikan ibadah invidual hingga pergaulan sosial. "Tahun ini saya bertekad minimal satu kali khatam Al quran," ujarnya. Kesempatan dan keinginan silaturahmi juga ia tingkatkan selama bulan ramadan.Â
Ardita, Revy, dan Feskum mungkin hanya sebagian kecil dari generasi milenial yang jumlahnya mencapai puluhan juta di negeri ini. Tapi kebahagiaan dan antusias mereka menyambut ramadan mungkin menjadi gambaran bagaimana puluhan juta milenial negeri ini menyambut dengan bahagia dan antusiasme yang sama. Ramadan adalah bulan istimewa, bulan barokah dan penuh ampunan. Mungkin kedatangannya bisa menjadi jeda dari ingar bingar duniawi, apalagi tahun ini ramadan berbarengan dengan tahun politik.
Revy, Ardita, dan Feskum menyampaikan harapan yang sama. Semoga ramadan tahun ini akan memberi siraman kesejukan pada suasana sosial politik yang sempat memanas. Tak ada lagi saling caci, saling hina, dan sebutan ‘cebong kampret’.Â
"Semoga lebih adem, enggak ada hoaks, engga ada lagi cebong kampret. Capek lihat media sosial," ujar Revy berharap. (mus)
Baca Juga
Beragam Cara Milenial Rayakan Ramadan