- VIVAnews/Fernando Randy
"Umpamanya ondel-ondel mesti sepasang, ada laki-laki dan perempuan. Peralatan musik yang dibawa mesti lengkap, bukan dari CD. Kalau sudah masuk suara adzan berkumandang mesti berhenti. Pemain ondel ondel juga mesti berpakaian rapi dan tidak merokok karena seringkali ditonton oleh anak-anak kecil," ujarnya.
![]()
Ondel ondel di festival pesona lokal
Ronny menjabarkan, saat ini telah terjadi pergeseran makna kehadiran ondel ondel yang dulunya sebagai sarana untuk mengusir setan-setan kecil yang ada di kampung-kampung, menjadi sarana hiburan semata. Oleh karena itu, mengingat fungsinya yang sekarang sudah berubah, ia menyarankan sebaiknya seniman ondel ondel dibina secara serius oleh instansi terkait.
"Jangan hanya mengkritik keberadaan pengamen ondel ondel, tetapi kita tidak memberikan solusi yang memadai," ujarnya menegaskan.
Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengakui, kini banyak ondel ondel yang digunakan sebagai alat mengamen. Ia meminta agar warga Betawi tak menggunakan ondel ondel yang menjadi simbol Betawi untuk mengamen. Ia berharap bisa meminta bantuan Bamus Betawi dan Lembaga Kebudayaan Betawi untuk memberi pengarahan.Â
"Kalau bisa simbol itu jangan dipakai ngamen sama anak-anak itu," ujar Saefullah ketika ditemui VIVAnews usai meresmikan acara Lebaran Betawi 2019 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat 18 Juli 2019. Saefullah mengakui, cara meminta-minta uang di jalan mengganggu ketertiban umum. Tapi ia mengatakan akan mengecek dulu mengapa sekarang seperti terjadi ledakan ondel ondel sehingga begitu banyak yang berkeliaran di jalanan, di berbagai penjuru kota Jakarta.
![]()
Pengamen ondel ondel
Sejarawan dan budayawan Betawi JJ Rizal mengatakan, konsep dasar ondel ondel memang untuk mengamen atau diarak. Menurut JJ Rizal, Ondel-ondel memang mengamen. Konsepnya adalah alat tolak bala. Mereka "menjual" jasa pengamanan spiritual. Warga dan kampung yang didatangi arak-arakan ondel-ondel justru merasa diuntungkan krn diamankan dari bahaya yang karena itu mereka membalasnya dengan nyawer.
Rizal justru mengapresiasi semakin merebaknya pengamen ondel ondel. Ia mengganggap itu sebagai hal yang bagus, meski dengan sejumlah catatan. "Harus diingat bahwa di tengah ketakpedualian terhadap pelestarian budaya juga minimnya perhatian pemerintah terhadap aset budaya, ledakan pengamen ondel-ondel menjadi jalan bertahan kesenian Betawi itu. Wajar jika dalam konteks itu aspek-aspek penting tradisinya hilang, tetapi pendukung budaya ondel ondel meluas, terutama senimannya hidup," ujarnya.