SOROT 562

Ngibing Ora Danta

Aksi Ondel-ondel Betawi
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Ondel-ondel

img_title Pramono: Pelan-pelan Ondel-ondel Dipakai Ngamen Bakal Ditertibkan

Hasil mengamen ondel ondel

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Babe Kaliyat, pemilik ondel ondel yang juga merangkap sebagai pengelola Sanggar Mustika Kampung Jembatan, Jalan Marzuki I, Penggilingan, Jakarta Timur, mengakui menurunnya peminat ondel ondel. Ia pertama memiliki ondel ondel tahun 2015. Saat itu tak banyak pemilik ondel ondel sehingga ondel ondel miliknya laris manis dibawa anak anak sekitar rumah. 

img_title Discover Betawi Art & Culture: Perayaan HUT Jakarta ke-498 Semarak Ragam Seni Budaya Betawi

Babe Kaliyat menuturkan, tahun 2017-2018 adalah masa keemasan ondel ondel dan Sanggar Mustika yang ia kelola. Saat itu ia bisa mendapatkan hingga Rp70 ribu dari harga sewa ondel ondel. Tapi sekarang, hanya Rp40 ribu, paling mentok Rp50 ribu.

"Saat itu anak lagi rajin-rajinnya. Mereka bawa ondel ondel lengkap dengan alat musik. Meriah. Sekarang anak-anaknya udah pada kerja. Enggak ada lagi yang bawa alat. Engga resep sebenarnya, tapi ya mau gimana lagi," ujar Babe Kaliyat.

img_title Rano Karno Harap Perda Soal Larangan Ondel-ondel Ngamen Rampung Sebelum HUT Jakarta

Ia mengakui, membiarkan anak-anak membawa ondel ondel tanpa alat musik lengkap jelas mendegradasi budaya. Niatnya untuk menghidupkan kembali budaya Betawi pupus karena tak ada lagi yang bisa membawa ondel ondel dengan alat musik yang lengkap. 

"Dulu tiap Minggu pagi kite mangkal di BKT. Pasang spanduk, gelar alat musik lengkap. Orang-orang udah pada riuh tiap kite dateng. Tapi setelah makin banyak ondel ondel yang asal tampil, orang orang kagak tertarik lagi. Niat kita lestariin budaya Betawi, bukan asal ngamen dapet duit."

Degradasi Ondel Ondel

Ketua Umum Sikumbang Tenabang Ronny Sikumbang menceritakan mengenai tradisi ondel ondel. Menurutnya, ondel ondel diarak keliling kampung awalnya adalah dalam rangka mengusir setan. Ondel ondel, tutur Ronny, dianggap sebagai raja setan sehingga setan kecil merasa takut dengan kehadiran ondel-ondel. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Para warga kampung yang kedatangan ondel-ondel merasa senang sehingga mereka memberikan uang kepada pemain ondel-ondel secara sukarela," ujar Ronny berkisah.

Ronny yakin, marwah ondel ondel tak akan menurun meski digunakan untuk mengamen. Hanya saja ia meminta penampilan dan kemasan dari kebudayaan itu bisa dijelaskan. Ronny mengatakan, mengamennya tidak masalah hanya penampilan dan packagingnya yang harus diperbaiki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut