- VIVAnews/Fernando Randy
![]()
Hasil mengamen ondel ondel
Babe Kaliyat, pemilik ondel ondel yang juga merangkap sebagai pengelola Sanggar Mustika Kampung Jembatan, Jalan Marzuki I, Penggilingan, Jakarta Timur, mengakui menurunnya peminat ondel ondel. Ia pertama memiliki ondel ondel tahun 2015. Saat itu tak banyak pemilik ondel ondel sehingga ondel ondel miliknya laris manis dibawa anak anak sekitar rumah.Â
Babe Kaliyat menuturkan, tahun 2017-2018 adalah masa keemasan ondel ondel dan Sanggar Mustika yang ia kelola. Saat itu ia bisa mendapatkan hingga Rp70 ribu dari harga sewa ondel ondel. Tapi sekarang, hanya Rp40 ribu, paling mentok Rp50 ribu.
"Saat itu anak lagi rajin-rajinnya. Mereka bawa ondel ondel lengkap dengan alat musik. Meriah. Sekarang anak-anaknya udah pada kerja. Enggak ada lagi yang bawa alat. Engga resep sebenarnya, tapi ya mau gimana lagi," ujar Babe Kaliyat.
Ia mengakui, membiarkan anak-anak membawa ondel ondel tanpa alat musik lengkap jelas mendegradasi budaya. Niatnya untuk menghidupkan kembali budaya Betawi pupus karena tak ada lagi yang bisa membawa ondel ondel dengan alat musik yang lengkap.Â
"Dulu tiap Minggu pagi kite mangkal di BKT. Pasang spanduk, gelar alat musik lengkap. Orang-orang udah pada riuh tiap kite dateng. Tapi setelah makin banyak ondel ondel yang asal tampil, orang orang kagak tertarik lagi. Niat kita lestariin budaya Betawi, bukan asal ngamen dapet duit."
Degradasi Ondel Ondel
Ketua Umum Sikumbang Tenabang Ronny Sikumbang menceritakan mengenai tradisi ondel ondel. Menurutnya, ondel ondel diarak keliling kampung awalnya adalah dalam rangka mengusir setan. Ondel ondel, tutur Ronny, dianggap sebagai raja setan sehingga setan kecil merasa takut dengan kehadiran ondel-ondel.Â
"Para warga kampung yang kedatangan ondel-ondel merasa senang sehingga mereka memberikan uang kepada pemain ondel-ondel secara sukarela," ujar Ronny berkisah.
Ronny yakin, marwah ondel ondel tak akan menurun meski digunakan untuk mengamen. Hanya saja ia meminta penampilan dan kemasan dari kebudayaan itu bisa dijelaskan. Ronny mengatakan, mengamennya tidak masalah hanya penampilan dan packagingnya yang harus diperbaiki.