- VIVAnews/ Andri Mardiansyah.
Warga Natuna eksodus
Ia yakin, kalau saja pemerintah pusat jauh-jauh hari melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Natuna terkait dengan virus corona dan pola penyebarannya dengan baik, penolakan atas ratusan WNI yang baru datang dari China di Natuna itu tidak akan terjadi.
“Kalau itu disampaikan dengan baik, insya allah kami akan menerima dengan senyum, menerima dengan keramahan saudara-saudara yang ada di sana.”
Hal itu juga dibenarkan oleh Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP), Romanus Ndau. Dia menilai, penolakan sejumlah warga terhadap turis asal China dan WNI yang baru datang dari China itu dikarenakan terbatasnya informasi yang dipublikasi oleh pemerintah tentang virus corona yang kini tengah menggegerkan dunia.
Selama ini, masyarakat hanya mendapatkan kabar berita bahwa masyarakat dilarang untuk kontak langsung orang yang diketahui baru datang atau telah bepergian dari China sebagai sumber munculnya virus corona. Informasi itu tidak dibarengi dengan pola penyebaran virus yang sebenarnya orang tidak serta merta dapat tertular begitu saja dari corona virus itu.
“Maka menjadi wajar ketika orang ketakutan atau terjadi stigmatisasi terhadap mereka yang berasal dari China atau orang yang baru tiba dari China karena virus ini. Karena rakyat itu tidak tahu persis tentang corona virus ini kan,” kata Romanus Dhau.
Warga Natuna menolak kedatangan WNI asal Wuhan
Ia berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan dapat menjelaskan dengan detail bagaimana sebenarnya virus corona ini. “Bagaimana pola penyebarannya, bagaimana cara mencegahnya, bagaimana cara antisipasinya, itu harus disampaikan dengan jelas oleh pemerintah. Dan ini kan dalam UU KIP itu termasuk dalam informasi serta merta yang harus diumumkan dengan cepat. Karena kalau tidak sampai informasinya kepada masyarakat, maka masyarakat akan mencari cara untuk menyelamatkan dirinya masing-masing.”
Menutup Semua Celah
Ketakutan terhadap China itu sepertinya tidak hanya dialami oleh masyarakat. Pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan guna mencegah masuknya virus baru yang berasal dari China. Mulai dari menyetop impor barang dari China, menutup penerbangan dari dan ke China, hingga tidak mengeluarkan visa kunjungan dari China untuk sementara waktu.