- AP Photo/Scanpix/Bertil Ericson
Sejurus kemudian, Apache bermanuver sambil melepaskan tembakan. Salah seorang wartawan Reuters terlihat berada di antara orang yang ditembaki. Kamera yang dipegang wartawan, disangka sebuah peluncur granat.
Selama 25 detik Apache melepaskan tembakan, saat itu pula semuanya tak tersisa. Setidaknya 18 orang, termasuk dua wartawan kantor berita Reuters juga tewas. “Video ini menunjukkan apa yang diakibatkan oleh perang modern,” kata Assange, kepada Raffi Khatchadourian, wartawan The New Yorker yang sempat selama berhari-hari meliput aktivitas Assange.
Adalah Prajurit Satu Bradley Manning, seorang analis intelijen 23 tahun yang ditempatkan di 2nd Brigade Combat Team, 10th Mountain Division Irak, yang membocorkan video itu kepada WikiLeaks. Sebelumnya, berbekal Undang-Undang kebebasan informasi, selama tiga tahun Reuters berjuang keras untuk mendapatkan rekaman video ini dari militer AS. Sayang gagal.
Selain video itu, Manning, yang punya akses ke jaringan informasi rahasia AS, SIPRNet (secret internet protocol router network distribution), juga membocorkan 251.287 dokumen kabel diplomatik kedutaan AS di seluruh dunia kepada WikiLeaks.
Namun, gara-gara menceritakan aksi pembocorannya itu kepada seorang hacker bernama Adrian Lamo, Manning akhirnya ditahan dan menghadapi ancaman hukuman hingga 52 tahun penjara. Bahkan Manning yang kini mendekam di tahanan Marine Corps Brig, Quantico, Virginia, sempat mendapat penyiksaan di sel yang mirip tahanan isolasi.
Sementara, WikiLeaks sendiri hingga kini tak bersedia mengakui secara resmi bahwa penyuplai data video itu adalah Manning. Ini merupakan prosedur standar WikiLeaks untuk melindungi sumber mereka tetap anonim. “Benar atau tidak tuntutan yang dihadapinya, Manning adalah tahanan politik paling penting Amerika. Dan bila, tuduhan itu benar, dia adalah pahlawan," ujar Assange kepada News.com.au.
WikiLeaks tak begitu saja percaya dengan data yang diposting ke situsnya. Untuk kasus video ini WikiLeaks melakukan verifikasi dengan menurunkan sekelompok jurnalis ke Irak, mewawancarai korban, dan para pengamat yang mengetahui serangan helikopter ini. WikiLeaks juga menyimpan kopian catatan kesehatan dan surat keterangan kematian dari rumah sakit.
Sejak awal pendirian WikiLeaks Assange memang banyak melibatkan jurnalis. Assange membentuk dewan penasihat WikiLeaks yang beranggotakan banyak jurnalis terkenal, aktivis politik serta spesialis di bidang komputer.