SOROT 397

Mendunia Berkat Tempaan Asing

Chikita Fawzi
Sumber :
  • facebook.com/chikita.fawzi

Sayangnya, baik Kiki, Chris maupun Andre enggan membocorkan bayaran atas hasil karya mereka selama ini. Namun, dalam situs Glassdoor disebutkan jika seorang Computer Graphis (CG) Animator dibayar sekitar US$31 per jam, atau Character Technical Director yang dibayar US$60 per jam.

img_title Wamenekraf: Pendanaan Berbasis IP Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Kreatif

Total penghasilan? Jika dikalikan 8 jam per hari sama dengan US$248 per hari atau sekira US$6.000 per bulan atau setara Rp78 juta (kurs Rp13.000). Namun bagi Chris, bukan hanya persoalan gaji yang membuatnya tertarik menerima job dari asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang mengerjakan proyek klien perusahaan luar negeri, permintaannya sangat spesifik sehingga dia sudah tahu fokus pengerjaannya.

img_title Jadi Pondasi Masa Depan Kreatif Indonesia, IP Bakal Dorong Ekonomi RI

“Kalau perusahaan asing nge-brief-nya jelas, spesifik, karena sudah tahu arahnya mau ke mana. Kalau di sini, belum tahu arahnya mau ke mana mereka. Dalam proses desain, jadinya kami meraba-raba karena brief-nya kurang fokus,” ujar Chris.

Namun begitu, tetap saja Chris, Kiki, dan Andre merupakan sekian ahli yang memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Chris saat ini sedang membuat penerbitan komik dengan nama Re On Komik.

img_title Dukung Industri Kreatif, Bank Mandiri Dorong Tenun Tradisional Bali, Lombok dan Kupang Menembus Pasar Global

Sementara itu, Kiki, meski sempat membuat perusahaan Monso House dengan hasil yang tidak diharapkan, dia mengaku sedang menyiapkan album musik dan fokus pada seni mural. Lain lagi dengan Andre yang membuat sekolah animasi ESDA, Enspire School of Digital Art, yang berlokasi di Jakarta Barat dan sudah menghasilkan ribuan alumni yang bekerja di bidang desain 3D.

“Saya balik ke sini untuk memajukan visual efek (VE) di Indonesia. Kemarin sempat mengerjakan VE di film 'Juara', sekitar satu menit, menampilkan adegan motor yang tertabrak. Tidak ada yang percaya jika itu adalah editan. Saya mengejar agar film-film bioskop Indonesia kualitasnya naik,” papar Andre.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi yang jelas, kata Chris maupun Andre, meski telah di Indonesia, keduanya tetap dilibatkan dalam banyak proyek animasi dan komik. Menurut Chris, dengan banyak digunakannya hasil karya anak bangsa, membuktikan jika mereka telah mengakui kualitas sumber daya manusia (SDM) negara ini.

Dari kualitas tersebut kemudian timbul kepercayaan untuk menggunakan jasa mereka lagi dan lagi. Jika Chris maupun Andre enggan memaparkan proyek yang saat ini sedang dijalankan. Hal ini semata karena salah satu poin dalam kontrak kerja melarang mereka untuk mempublikasikannya sampai dua tahun ke depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut