- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Akhirnya, Heni memutuskan menjadi TKW. Namun, rencana itu ditentang ibu dan neneknya. Setelah melalui proses yang sangat panjang, dari mulai merayu nenek dan ibunya hingga proses belajar di Balai Latihan Kerja selama hampir 4 bulan, Heni berhasil terbang ke Hong Kong. "Aku mendapatkan pekerjaan sebagai baby sitter ," katanya.Heni memutuskan menjadi TKW. Namun, rencana itu ditentang ibu dan neneknya . Setelah melalui proses yang sangat panjang, dari mulai merayu nenek dan ibunya hingga proses belajar di Balai Latihan Kerja selama hampir 4 bulan, Heni berhasil terbang ke Hong Kong. “Aku mendapatkan pekerjaan sebagaiHeni berhasil terbang ke Hongkong. “Aku mendapatkan pekerjaan sebagai baby sitter
“Satu tahun pertama sangat berat sekali. Belajar memahami bahasa, budaya dan juga ritme kerja di Hong Kong yang seolah tak pernah berhenti berdenyut. Meski tenggelam oleh kesibukan pekerjaanku, aku tetap mengingatku, kuliah dan menjadi guru,” ujarnya.
Heni pernah kepergok majikannya saat membaca koran di sela waktu istirahat. Majikannya langsung melontarkan kutipan yang sangat menyakitkan. Menurut majikannya, pembantu yang penting menjaga anak, memasak dan merawat rumah dengan baik. Tak perlu membaca buku baru membaca koran karena tak berguna.
“Kata-kata itu terus menjadi cambuk cinta. Tanpa sepengatahuan majikanku dengan kuliahku hari libur dan belajar di perpustakaan yang merupakan fasilitas umum di Hong Kong yang bisa diakses oleh siapa saja dengan gratis.”sepengatahuan majikanku aku hari jatah hari liburku dengan kuliah dan belajar di perpustakaan yang merupakan fasilitas umum di Hong Kong yang bisa diakses oleh siapa saja dengan gratis.”
Selesai kuliah dengan predikat cumlaudecumlaude , Heni memilih pulang ke Tanah Air. Padahal, kesempatan bekerja di Hong Kong dengan gaji besar sangat terbuka. Tak hanya itu, di Indonesia ia juga mendapat tawaran bekerja di perusahaan minyak asing dengan gaji tinggi. Namun, ia memilih menjadi guru. “Panggilan jiwa untuk kembali ke kampung halaman dan mencerdaskan anak-anak kampungku saat itu menjadi cita-cita terbesarku.” dia mantap. Heni memilih pulang ke Tanah Air. Padahal, kesempatan bekerja di Hong Kong dengan gaji besar sangat terbuka. Tak hanya itu, di Indonesia ia juga mendapat tawaran bekerja di perusahaan minyak asing dengan gaji tinggi. Namun, ia memilih menjadi guru. “Panggilan jiwa untuk kembali ke kampung halaman dan mencerdaskan anak-anak kampungku saat itu menjadi cita-cita terbesarku.” dia mantap.kampungku saat itu menjadi cita-cita terbesarku .” dia mantap.