- ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra
Dia mencontohkan China, yang mengadakan fasilitas leasing pesawat. Dalam mekanisme ini, pihak perbankan mengeluarkan dana talangan. Industri penerbangan mendapat uang pembelian utuh dari bank, kemudian pembeli akan membayar secara mencicil. Skema yang sama dengan pembelian mobil atau sepeda motor.
Selanjutnya...Terbang di Masa Depan
Terbang di Masa Depan
Usai uji terbang, Lapan dan PT DI tidak akan berhenti sampai di sini. Thomas mengungkapkan jika N219 akan dituntaskan sampai mendapat production certificate. Dengan ini langkah untuk memulai proses produksi. N219 ditargetkan mulai diproduksi pada 2018 mendatang, dengan target memangkas hambatan-hambatan transportasi udara di Indonesia untuk kawasan pelosok.
“Ke depannya kami juga akan mengkaji N219 versi Amfibi agar bisa mendarat di segala landasan, termasuk pantai. Setelah itu adalah N245,” ujar Thomas.
Ditambahkan Agus, Lapan kembaran N219 itu akan melakukan uji terbang pada November besok. Untuk mendapatkan kredit sertifikasi, semua pesawat N219 itu akan menjalani uji terbang selama 630 jam.
Thomas maupun PT DI yakin Indonesia bisa memimpin dan berjaya di pasar industri pesawat dunia. Apalagi dengan dukungan 240 juta penduduk RI yang mau menggunakan produk dalam negeri.
“Kami melalukan ini untuk regenerasi, kita harapkan generasi berikutnya mampu N245 diselesaikan, juga ada program fighter diselesaikan. 10 tahun lagi Indonesia penuh dengan inovasi, lapangan kerja yang berkualitas dan mengharuskan orang mesti menggunakan seluruh kemampuan otaknya,” kata Andi.
Sejatinya kepercayaan PT DI untuk membuat pesawat telah diakui dunia. Selain berhasil mengembangkan N250 di masa lalu dan sekarang N219, perusahaan BUMN itu sudah mampu memproduksi pesawat militer untuk dalam dan luar negeri serta pesawat untuk segmen pemerintahan. Beberapa karya PT DI di antaranya produksi pesawat CN235 bekerja sama dengan CASA Spanyol, CN295 dan NC212i bekerja sama dengan Airbus Defence and Space (ADS), helikoper BELL412EP, BELL412EPI bekerja sama dengan Bell Helicopters Textron Inc, serta lainnya. Semua berhasil dibuat. Secara jumlah unit, sejak 1976-2017, PT DI sudah mampu mengirimkan pesanan 407 unit untuk pesawat terbang dan helikopter.
Pesawat CN235 dan NC212 sudah laku ke berbagai belahan dunia. Secara jumlah unit, PT DI sudah mengirimkan 64 unit CN235 dan 105 unit NC212. Secara sebaran pengguna CN235, beberapa negara yaitu Venezuela, Senegal, Guinea Conakry, Burkina Faso, Uni Emirat Arab, Turki, Pakistan, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan. Sedangkan untuk NC212 sudah dipakai Vietnam, Filipina dan Indonesia sendiri.