- ANTARA FOTO/Wira Suryantala
"Dulu teman saya juga banyak yang sampai berhenti kerja dan masuk ke Gojek atau Grab. Karena dulu itu penghasilan masih lumayan," ujarnya menambahkan.
![]()
Seorang driver ojek online Go-Jek sedang berjalan di jalanan Jakarta. (REUTERS/Beawiharta)
Lain dulu lain sekarang. Jajat mengatakan, saat ini sudah susah mendapatkan penghasilan lumayan dari ojek online. "Awalnya sih enak. Tapi ke sininya udah enggak seenak dulu lagi," ujar bapak satu anak ini.
Jajat mengaku, tak ada kontrak saat bergabung ke Gojek. Ia hanya ditraining sebentar dan langsung kerja. "Jadi terserah mereka saja kalau kita diputus hubungan mitra kerja sama perusahaan," ujar pria yang sudah menjadi driver ojek online setahun lebih ini.
Karena tak ada kontrak, jika sewaktu-waktu perusahaan transportasi online tempat Jajat bernaung memutus kerja sama, ia tak bisa apa-apa dan tak punya hak apa-apa.
Sandy (bukan nama sebenarnya), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta juga memilih menghabiskan waktu luang sebagai driver ojek online, Grab. Alasannya, selain bisa mendapatkan uang tambahan, ia juga bisa bertemu dengan banyak orang. "Lumayan untuk tambah uang kuliah," kata dia.
Rahmat menambahkan, meski tak banyak tiap hari ia bisa membawa pulang uang. "Enggak tentu. Kadang Rp200 ribu, kadang Rp300 ribu. Kalau lagi sepi paling Rp100 ribu," ujarnya.
Jajat juga mengaku, penghasilannya dari ojek online tak tentu. Namun ia tetap bersyukur masih ada uang yang bisa diberikan untuk istri dan anaknya.
Ia tak memasang target terkait jumlah penumpang. Namun, jika ingin mendapatkan bonus, ia harus memenuhi target yang ditetapkan perusahaan. "Targetnya 20 poin sehari. Kalau target itu tercapai bisa dapat bonus lumayan, bisa Rp90 ribu," ujarnya menjelaskan.
Menurut dia, dulu target dan bonus tak segitu. Dulu targetnya hanya 10 poin dan bonusnya mencapai Rp150 ribu. “Enggak tahu kenapa sekarang turun. Itu kebijakan perusahaan, kita mah tinggal ngikutin saja, mau gimana lagi," ujarnya pasrah.
Bagi anak kuliahan, sehari bisa mengantongi Rp175 ribu hingga Rp200 ribu, sudah cukup besar bagi Sandy. Dan, jika dia lebih rajin, ia bisa bawa pulang uang lebih.