Sekolah Baru untuk Republik

Presiden Prabowo secara tiba-tiba mengumumkan pemerintah bakal membangun universitas baru, bernama Universitas Republik Indonesia (URI).
Sumber :
  • Wildan

Terutama adalah  sumber dananya, karena kita tahu fiskal kita sedang mengalami tekanan cukup besar. Berbagai program prioritas pemerintah, seperti MBG dan Kopdes Merah Putih cukup banyak menyerap anggaran. Membangun sebuah universitas kelas dunia bukanlah proyek murah, dibutuhkan bukan hanya pembangunan fisik kampus, tetapi juga fasilitas pendukung lain, seperti laboratorium berstandar internasional, jaringan perpustakaan, pusat riset, perangkat supercomputer, hingga perekrutan profesor kelas dunia yang tentu tak mau digaji murah.

img_title Cape Town Marathon

Tentu kritik-kritik dari sejumlah anak bangsa bukan dalam rangka untuk menolak niat mulia Presiden Prabowo yang memang punya obsesi besar pada pembangunan pendidikan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolom ini hanya pengingat, sebuah universitas unggulan tidak lahir terutama karena gedung baru atau nama baru. Ia tumbuh dari ekosistem yang sehat: tata kelola yang baik, kebebasan akademik, pendanaan riset yang konsisten, dosen dan peneliti berkualitas, serta jejaring internasional yang berkembang dalam jangka panjang. Jika akar persoalan pendidikan tinggi Indonesia yang kini jumlahnya salah satu yang paling banyak di dunia itu tak dibenahi, maka membangun URI hanya menjawab simbol, bukan substansi persoalan alias jauh panggang dari api. (Ecep Suwardaniyasa)

img_title John Herdman

 
 
img_title Arief Rahman Hakim

Pemimpin Redaksi tvOnenews.com, Ecep S Yasa menyelesaikan Cape Town Marathon

Persisten Lama

Albert Camus, sastrawan Perancis kelahiran Aljazair pernah mengatakan, olah raga tempat terbaik untuk belajar moralitas. Saya diam diam mengamininya. Ia memberi afirmasi

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut