Isu Garasi Ducati Dibantah, Kru Marc Marquez Beberkan Fakta Sebenarnya
- Ducati Corse
VIVA – Dalam beberapa pekan terakhir, dunia MotoGP diwarnai oleh isu panas yang menyebut adanya “rahasia” di balik garasi Ducati. Spekulasi ini muncul karena dominasi Marc Marquez yang terlihat jauh lebih konsisten dibanding rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia.
Banyak penggemar dan pengamat menduga ada ketidakseimbangan dalam pembagian data atau strategi teknis di dalam tim. Namun, kabar tersebut segera dibantah oleh Marco Rigamonti, kru utama Marquez, yang menegaskan bahwa semua orang di dalam Ducati bekerja sama secara terbuka dan tidak ada data yang disembunyikan.
Pembalap Ducati, Marc Marquez juara di MotoGP Jerman 2025
- Crash
Sinergi Tim Lebih Penting Dibanding Rahasia
Marco Rigamonti menekankan bahwa semua pihak di garasi Ducati termasuk tim Bagnaia berkolaborasi dan berbagi informasi secara penuh. Menurutnya, jika Ducati bisa mencapai level tertinggi saat ini, hal itu terjadi karena keterbukaan antar tim teknis, bukan karena persaingan internal yang tidak sehat.
“Kami, sebagai tim, selalu bekerja sama dan saling membantu,” ujar Rigamonti kepada AS, dikutip VIVA dari Crash Minggu, 31 Agustus 2025.
“Ya, kami akan membantunya, karena apa yang saya lihat selama bertahun-tahun adalah bahwa pada akhirnya di lintasan, perbedaannya dibuat oleh para pembalap,” tambahnya.
Pernyataan ini memperjelas bahwa dominasi Marquez bukanlah hasil dari adanya perlakuan khusus, melainkan faktor kemampuan adaptasi serta kualitas sang pebalap sendiri.
Rekan Satu Tim, Rival di Lintasan
Dalam balapan profesional, rivalitas adalah hal yang wajar, apalagi jika kompetitor terdekat justru berasal dari garasi yang sama. Rigamonti mengakui bahwa rivalitas antara Marquez dan Bagnaia memang ada, tetapi hal itu terbatas di lintasan, bukan di dalam tim.
“Jika rivalmu adalah rekan satu tim, tentu akan ada persaingan di lintasan, tetapi tidak lebih dari itu. Yang terpenting adalah semua teknisi, termasuk teknisi Pecco, tetap menjalin hubungan baik dan saling membantu sebanyak mungkin,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan profesionalisme tinggi yang dijaga Ducati: bersaing keras di lintasan, namun tetap kompak dalam pengembangan motor.
Ducati GP25 dan Tantangan Para Pebalap
Motor terbaru Ducati, GP25, memang dikenal lebih sulit dikendalikan. Beberapa pebalap, termasuk Bagnaia dan Fabio di Giannantonio, mengaku kesulitan menaklukkan karakteristik motor tersebut. Namun, Márquez justru mampu mengendalikan GP25 dengan baik dan tampil konsisten, membuktikan kemampuannya beradaptasi.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa ada ketidaksetaraan informasi teknis, padahal menurut Rigamonti, semua data dibagikan sama rata. Keunggulan Márquez lebih banyak datang dari gaya balapnya yang agresif sekaligus penuh perhitungan.
Masa Depan Ducati: Kolaborasi Hingga 2026
Baik Marc Marquez maupun Pecco Bagnaia masih memiliki kontrak hingga 2026 bersama Ducati Factory. Artinya, mereka akan terus bekerja sama dalam mengembangkan paket motor terbaru. Rigamonti yakin, kolaborasi ini akan tetap berjalan sehat, meskipun rivalitas di lintasan tentu tidak bisa dihindari.
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia
- Crash.net
Isu adanya “rahasia” di balik garasi Ducati akhirnya terbantahkan. Rigamonti menegaskan bahwa Ducati selalu mengedepankan keterbukaan data dan kerja sama tim. Rivalitas antara Márquez dan Bagnaia hanyalah bagian alami dari kompetisi MotoGP, sementara di balik layar, mereka tetap ditopang oleh tim yang solid dan saling mendukung.
Profesionalisme inilah yang membuat Ducati mampu bertahan di puncak MotoGP, sekaligus menjadikan Marquez dan Bagnaia sebagai kombinasi pebalap yang sangat menarik untuk disaksikan hingga musim 2026 mendatang.