Mendagri Tito: Hindari Black Campaign Pilkada, Negative Campaign Boleh

Mendagri Tito Karnavian (tengah).
Sumber :
  • VIVAnews/ Putra Nasution (Medan)

VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan para kandidat calon kepala daerah yang berkompetisi di Pilkada serentak 2020 agar tidak melakukan kampanye hitam. Mereka diimbau menggunakan cara-cara yang cerdas.

img_title PSU Pilgub Papua Pertarungan Harga Diri, Semua Pihak Diminta Tak Ada yang Intervensi

“Gunakan cara yang cerdas, yang smart. Boleh melakukan positive campaign, jadi meng-ekspose kelebihan masing-masing, fine, di seluruh dunia juga begitu," kata Tito dalam acara Webinar Nasional Pilkada Berintegritas, Selasa 20 Oktober 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Pandemi COVID-19, Kampanye Pilkada Diharapkan Secara Door to Door

img_title Alasan Kris Dayanti Tetap Semangat Lanjut Kuliah Meski Usia Sudah 50

Selain itu, menurutnya, negative campaign juga boleh dilakukan, misalnya mengkritik program yang ditawarkan lawan. Selama bukan fitnah, negative campagn tidak jadi masalah selama didukung data. 

“Misalnya, petahana A pada waktu menjabat banyak kelemahannya di bidang ini, ini, ini, janjinya enggak dipenuhi nih. Kalau saya, menang saya akan lakukan perbaikan begini, begini. Itu lah negative campaign, boleh," jelas Tito.

img_title Masih Lulusan SMA, Kris Dayanti Putuskan Lanjut Kuliah di Usia 50 Usai Gagal Pilkada

Namun mantan Kapolri ini menegaskan bahwa semua kandidat calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2020 dilarang melakukan black campaign atau kampanye hitam. Terutama penyebaran ujaran kebencian dan kebohongan melalui media sosial, karena semua itu bisa dijerat dengan sanksi pidana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas dasar itu, Tito meminta semua kandidat calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2020, harus siap dengan segala risiko yang akan diterima selama proses hingga pencoblosan dan penghitungan suara nanti.

“Harua siap menang, siap kalah. Karena pasti akan ada yang menang ada yang kalah. Tapi kompetisinya harus sehat, maka gunakan cara cara yang sehat,” kata Mendagri Tito Karnavian. (ren)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian

Bukan Efisiensi Anggaran, Mendagri Ungkap Biang Kerok Naiknya PBB-NJOP di Sejumlah Daerah

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sejumlah daerah, tidak ada kaitannya dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

img_title
VIVA.co.id
16 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut