Facebook 'Menghapus' Dosa
- REUTERS/Dado Ruvic
"Jadi jika Anda menghapus riwayat atau menggunakan pengaturan baru ini, kami akan menghapus identifikasi informasi, sehingga riwayat website dan aplikasi yang Anda gunakan tidak dikaitkan dengan akun Anda," ujar Egan, dikutip TechCrunch.
Perusahaan Tak Bermoral
Baik Zuckerberg maupun Egan menjamin ketika seorang pengguna menghapus informasi mereka melalui fitur delete history ini pihaknya bakal menghapus selalu data pengguna mereka dari history.
Kendati begitu Facebook tetap menyediakan agregasi analitiknya bagi para pengembang. "Kami berjanji untuk membuat beberapa perubahan tentang kontrol data pengguna. Kami sedang mengerjakan privasi dan kontrol data yang lebih jelas untuk pengguna," katanya.
Meski demikian, Zuckerberg juga menuliskan sisi buruk dari fitur Clear History. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang menghapus cookies di peramban, maka secara otomatis akan berdampak pada menurunnya kenyamanan pengguna.
"Contohnya, pengguna harus sign-in kembali ke setiap situs dan termasuk mengatur ulang hal-hal lain yang melekat padanya. Hal yang sama juga akan terjadi pada Facebook, karena kami harus mempelajari kembali preferensi masing-masing pengguna," jelas dia.
![]()
Menurut The Guardian, anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, Julian Knight, menuding Facebook sebagai perusahaan tidak bermoral. Hal ini diungkapkan Knight kepada Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer.
Reaksi Facebook terkait skandal Cambrige Analytica, kata Knight, memperlihatkan pola perilaku, termasuk mengintimidasi jurnalis, mengancam institusi akademis dan berpotensi menghambat investigasi oleh otoritas hukum.
Knight juga menilai Facebook berusaha menghindari tanggungjawab atas dampak yang ditimbulkan masalah tersebut terhadap masyarakat.
"Facebook adalah zona tanpa moralitas yang merusak hak dasar privasi. Kalian bukan pihak tidak bersalah, yang disalahkan oleh orang-orang seperti Cambridge Analytica. Kalianlah masalahnya," tegas dia.
Fitur Kencan Online
Dalam tanggapannya, Schroepfer menyatakan tidak setuju dengan apa yang disampaikan Knight. "Anda ingin kami bertanggung jawab, yang telah kami lakukan dalam beberapa kesempatan," tuturnya.
Mengingat kuatnya desakan dari publik akan jaminan kerahasiaan data mereka, sudah seharusnya Facebook tidak perlu menunggu lama untuk merilis fitur ini ke publik dunia.