Kejutan Yudi Latif dan Polemik BPIP

Yudi Latif saat dilantik sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Idiologi Pancasila beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVA/Agus Rahmat

Moeldoko mengatakan bahwa BPIP yang awalnya UK-PIP tersebut, penting ada di zaman sekarang. Bahkan kata Moeldoko, pihak KSP dan BPIP sudah dua kali bertemu dan mendiskusikan soal sosialisasi Pancasila dengan berbagai metode. Presiden Jokowi disebut sangat memikirkan tersampaikannya nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara itu agar semakin merasuk di kehidupan masyarakat.

img_title Ketua DPD RI Nilai Pancasila dan Asta Cita Jadi Pedoman Diplomasi Prabowo di PBB

"Semua orang tidak meragukan kapasitas dari pak Yudi Latif, kemampuan Beliau untuk mengarusutamakan Pancasila karena Beliau memiliki background yang luar biasa tentang pemahaman terhadap Pancasila," kata Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat 8 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara mengenai calon pengganti Yudi dinilai Moeldoko haruslah orang yang memiliki kapasitas yang sama atau paling tidak mendekati dirinya.

img_title Sorakan Massa Pecah! Ketua DPRD Wonosobo Keliru Saat Bacakan Pancasila

“Saat ini Pancasila sungguh diperlukan, kita lagi kering pemahaman ideologi, kita lebih mengangungkan ideologi lain dan seterusnya. Ini saya pikir sebuah prioritas bagi bangsa ini," lanjut mantan Panglima TNI tersebut.

Evaluasi BPIP, DPR Sosialisasi Pancasila

img_title Jalin Komunikasi Tripartit, Menaker Gelar Pelatihan Hubungan Industrial Pancasila

Ditemui di Gedung DPR, Wakil Ketua DPR Fadli Zon lebih jauh menyoroti perlunya BPIP dievaluasi. Di samping menilai positif langkah Yudi Latif, Fadli mengatakan memang perlu ada reformasi terhadap lembaga dan badan-badan negara yang dianggap tak efektif.

“Kita kan semangat ini, untuk melakukan reformasi birokrasi. Kemudian, badan-badan yang dianggap tidak perlu, bisa dilakukan oleh badan lain, tidak perlu membuat badan-badan baru. Apalagi ini terkait Pancasila," kata Fadli
Zon.

Menurutnya, Yudi Latif yang berani mundur menunjukkan sikap yang pancasilais. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara tugas sosialisasi Pancasila menurut Fadli juga bisa dilakukan oleh anggota DPR yang masing-masing memiliki daerah pemilihan. Sebagai legislatif, anggota DPR mewakili rakyat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila.

“Nanti akan terulang lagi sejarah masa lalu. Jadi BPIP pun perlu dievaluasi. Pancasila ini sudah menjadi dasar, pandangan kita, saya kira di MPR sudah ada program terkait empat pilar ini,” kata Politikus Gerindra tersebut menutup kalimatnya. (ren)

Kolonel Pnb M Amry Taufany, komandan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Penerbang Tempur Kolonel Amry Taufanny Jadi Komandan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Kolonel Pnb Amry merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2002 dan saat ini menjabat Kepala Dinas Operasi Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut