Kereta Masa Depan Anti-Polusi

Ilustrasi kereta berbahan bakar hidrogen buatan Jerman
Sumber :
  • The Guardian


 
Selain output-nya yang bersih, yaitu berupa uap air, keunggulan utama iLint adalah manajemen daya yang pintar, serta penyimpanan energi yang fleksibel. Energi listrik dipasok sesuai kebutuhan.
 
Artinya, sel bahan bakar hanya diperlukan untuk bekerja dalam operasi penuh, ketika kereta api dipercepat selama periode yang berkelanjutan. Saat kereta api berhenti, sel bahan bakar hampir sepenuhnya dimatikan, sehingga menghemat konsumsi hidrogen.
 
Meski begitu, di balik keunggulan yang ditawarkan kekuatan hidrogen, ada harga tak murah yang harus dibayar. Perusahaan mengatakan bahwa 14 kereta api yang dibelinya dari Alstom akan menelan biaya sekitar $94,7 juta. Tetapi Stefan Schrank, manajer proyek di Alstom, menyebut investasi itu akan sepadan.
 
"Tentu, membeli kereta hidrogen agak lebih mahal daripada kereta diesel, tetapi lebih murah untuk dijalankan," katanya kepada kantor berita AFP.
 
Dari mana sumber hidrogen?
Upaya perlindungan iklim dengan menciptakan moda transportasi yang ramah lingkungan, bisa cukup masuk akal dengan hadirnya kereta api bertenaga hidrogen. Namun, pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah, dari mana unsur bersimbol ‘H’ itu akan didapat dalam jangka panjang?  
 
Dalam fase awal ini, Alstom kabarnya berupaya menyediakan hidrogen dari emisi industri. Ia bahkan berjanji, akan membuat segalanya lebih mudah bagi operator transportasi dengan menyediakan layanan pemeliharaan dan insfrastruktur.  
 
Saat ini, pihaknya juga sedang mencari metode hijau untuk memproduksi bahan bakar bagi iLint. Salah satu contoh yang ada adalah elektrolisis, yang melibatkan pemecahan air menjadi unsur hidrogen dan oksigen.

img_title KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, Kereta Api di Semarang Terlambat dan Memutar Lewat Purwokerto

Sebenarnya, senyawa H2O (air) merupakan komponen dasar bagi kehidupan di Bumi. Unsur Hidrogen menyumbang 75 persen dari semua materi di alam semesta ini.  
 
Namun, untuk memperoleh kemurnian unsur hidrogen yang berdiri sendiri, tidak serta-merta didapat begitu saja. Melainkan perlu diproduksi melalui proses elektrolisis.  
 
Selain prosedur tersebut, hidrogen juga dapat ditangkap melalui reformasi gas alam, yaitu menggabungkan metana yang terkandung dalam gas alam dengan uap suhu tinggi.  
 
Sepertinya tak muluk-muluk jika Jerman berani mengambil langkah maju, dengan menyediakan kendaraan yang bergantung pada hidrogen. Pasalnya, negara ini telah melakukan investasi di Energiepark Mainz, pabrik yang dirancang untuk menghasilkan hidrogen dari tenaga angin.  
 
Memproduksi hidrogen dari tenaga angin berarti bahwa listrik yang mungkin mendestabilisasi jaringan, diubah menjadi sumber energi yang dapat disimpan dan diangkut dalam berbagai bentuk - termasuk sel bahan bakar untuk menggerakkan kendaraan.
 
Di tahun 2030, Jerman juga berencana untuk memiliki sistem energi berupa ribuan stasiun pengisian hidrogen dan 1,8 juta kendaraan sel bahan bakar. Sehingga bukan hanya kereta, kendaraan nol-emisi lain seperti mobil (BMW), yang telah lebih dulu diciptakan, akan memakai konsep alat transportasi yang ramah lingkungan.
 
Seberapa penting kendaraan ramah lingkungan?
 
Jika dibandingkan dengan di Indonesia, moda transportasi kereta api menggunakan bahan bakar biodiesel. Biodiesel yang dimanfaatkan adalah solar dengan campuran bahan bakar nabati sebesar 20 persen (B20).
 
Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk pemanfaatan minyak nabati yang melimpah di dalam negeri, utamanya dari sawit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut