Ujung Maut Masalah Pelik Polisi
- Pixabay
Dua poin yang disoroti Politikus Gerindra ini adalah perekrutan calon polisi yang tidak proper dengan dugaan masih adanya lulus seleksi dengan bayaran, sehingga pribadi yang tidak kompeten bisa lolos.
Poin lainnya adalah, bahwa awak korps ini memang menghadapi beban kerja yang berat, namun tidak memiliki wadah untuk menyelesaikannya. Tak ayal, para personel yang sewajarnya disebut pengayom masyarakat itu justru membantai orang-orang terdekat mereka.
Hal senada juga diutarakan Indonesia Police Watch (IPW). Terjadinya peristiwa berdarah di kalangan personel Polri tak bisa dilepaskan dari sistem perekrutan yang tidak transparan. Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane menuturkan bahwa Kepolisian memang masih kurang serius menangani pembunuhan oleh aparat.
Neta, bahkan menyatakan, beberapa kasus kriminal ini akan bisa terulang karena para elite di Mabes Polri diperkirakan tak menganggap masalah tersebut membutuhkan penanganan segera. Dalam catatan IPW beberapa tahun terakhir, terdapat kasus sesama aparat polisi saling bunuh, polisi menembak pacar juga istri, aparat menembak atasan hingga aparat memutilasi anak.
“Ada persoalan kejiwaan yang perlu segera dicermati dan diatasi para elite di Mabes Polri. Sebab, kasus mutilasi ini hanya bagian kecil dari sejumlah kasus sadis yang dilakukan para polisi lapisan bawah sejak beberapa tahun terakhir," kata Neta soal kasus mutilasi anak oleh polisi di Kalimantan Barat.
Perkara maut di kalangan personel Kepolisian dari tahun ke tahun bukannya mengalami penurunan. Dalam hal ini, sistem tes psikologis bagi para calon taruna Kepolisian seyogianya diperketat. Selain sistem perekrutan, masa pendidikan calon polisi juga tak mustahil perlu diperpanjang, sehingga para personel pada akhirnya semakin matang dalam menyelesaikan sengkarut masalah dalam pekerjaan maupun keluarganya.
Selain dua kasus berdarah terakhir yang dilakukan oknum Polri, VIVA.co.id juga sempat merilis pembunuhan yang dilakukan oleh Brigadir Polisi S. Simanjuntak terhadap istrinya, Risma Nainggolan di Riau pada Oktober 2015. Simanjuntak belakangan menjadi buron setelah menjagal sang istri.
Lalu, beberapa bulan lebih awal, di Bieureuen, Aceh, Anggota Polsek Juli bernama Brigadir Kepala Oktoviano bunuh diri dengan menembak kepala sendiri di rumahnya pada tanggal 3 April 2015.