Ujung Maut Masalah Pelik Polisi
- Pixabay
Tes kejiwaan
Hari ini, Bripka Triono (T) menurut penuturan Kapolres Depok, Kombes Dwiyono sedang menjalani serangkaian tes di Polda Metro Jaya. Polisi pembunuh istri dan rekannya Rahmat, diancam dengan Pasal 340 Juncto 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup.
"Saat ini, dua tersangka, yakni T dan M, alias R, alias Madun sudah kami lakukan penahanan. Untuk tersangka T, kami lakukan tes psikologis untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan. Pemeriksaan dilakukan di Polda di bagian Bidokes," jelas Dwiyono di Depok, Jawa Barat, Selasa 29 Maret 2016.
Kapolres tersebut mengatakan, hingga saat ini dugaan motif pembunuhan adalah masalah pribadi.
Dalam kasus tersebut, Kepolisian sudah memeriksa lima orang saksi. Sementara itu, menurut Ketua RT setempat dan warga, pasangan Triono dan Ratnita memang kerap bertengkar. Bahkan, menurut salah satu anggota Kepolisian yang melayat, pasangan ini sempat hendak bercerai beberapa waktu yang lalu.
"Ya, sering bertengkar. Terakhir ribut, katanya Minggu kemarin," kata Ketua RT lokasi kediaman Triono bernama Waras.
Adanya masalah pribadi ini juga pernah disoroti oleh IPW. Menurut Neta, setidaknya ada tiga hal yang biasanya menjadi masalah pelik di kalangan anggota Polri. Tiga hal itu adalah masalah asmara, atau rumah tangga, masalah pekerjaan termasuk dengan atasan, dan masalah ekonomi. IPW menilai, jika disoroti kasus-kasus kekerasan berujung maut selama ini, motifnya tak jauh dari tiga problem tersebut.
Padahal, Kapolres Depok Kombes Dwiyono, setelah adanya tragedi mutilasi oleh aparat polisi di Kalimantan Barat Februari lalu, sempat menyerukan agar aparatnya meningkatkan kehidupan spiritual masing-masing. Tak hanya itu, Dwiyono juga meminta para kapolsek sebagai atasan memperhatikan bawahan jika ditenggarai sedang menghadapi masalah.
"Kami menyadari tantangan tugas yang kami emban cukup berat, maka perlu peningkatan mental spiritual dari sisi agama. Setiap Jumat, bagi yang Muslim saya wajibkan untuk membaca (surat) Yasin. Ini berkaitan dengan pembinaan mental," kata Kombes Dwiyono.
Nahasnya, tak sampai sebulan berselang, kejadian pembunuhan oleh aparat sendiri malah terjadi di lingkungan Polres Depok. Meskipun pihak Polres sendiri sudah menyadari bahwa pekerjaan dan tekanan sebagai polisi dipercaya menjadi salah satu faktor perilaku devian di antara aparat Kepolisian.
Ketika sejumlah kalangan dan pemangku kepentingan sudah menilai masalah ini tak lagi sekadar isu random, maka memang selayaknya disikapi dengan pendekatan yang intensif oleh jajaran pimpinan Kepolisian.