Ujung Maut Masalah Pelik Polisi
- Pixabay
Polisi dengan slogan melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat itu bisa-bisa tak dipercaya dengan adanya kasus-kasus pembantaian, yang justru dilakukan oleh tangan-tangan penegak hukum. Lambang Rastra Sewakottama korps Bhayangkara tak lagi berwibawa, jika Kepolisian, bahkan tak bisa mengurusi internalnya.
Persoalan mental dan psikologi polisi jangan sampai dianggap enteng. Buktinya pada 2008, sebenarnya sudah ada penelitian mendalam mengenai gangguan psikis yang kerap dialami oleh personel Kepolisian. Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas at Buffalo (UB) yang merupakan universitas negeri ternama di New York. Peneliti UB, John Violanti meneliti 400 aparat polisi secara intensif pada jangka waktu tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas sebagai polisi sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental mereka. Sejumlah gejala yang dialami subyek yang ditelitinya, yaitu gejala tekanan darah tinggi, insomnia, masalah jantung, post-traumatic stress disorder (PTSD) hingga gangguan hormonal yang menyebabkan kasus-kasus bunuh diri.
Polisi, karena itu dianggap pekerjaan yang berbahaya. Bukan saja, karena harus mempertaruhkan nyawa di jalanan, namun justru kritis untuk kondisi mental polisi itu sendiri. (asp)