Tekanan Ahok dan Mundurnya Rustam Effendi

Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Danar Dono

VIVA.co.id –  Sejumlah pejabat dan staf di Kantor Wali Kota Jakarta Utara heboh, Selasa pagi, 26 April 2016. Mereka dikagetkan dengan kabar mundurnya Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Jajaran pegawai negeri sipil di sana pun langsung menggelar rapat internal dadakan membahas hal itu.

img_title 2 Alasan PDIP Jagokan Ahok Kembali Pimpin Jakarta 2024

Rapat digelar di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sang wali kota turut hadir dalam pertemuan yang digelar tertutup bagi awak media itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai rapat, Rustam buka suara. Dia membenarkan kabar pengunduran dirinya dari Jakarta Utara-1, sebutan untuk jabatan Wali Kota Jakarta Utara. Keputusan itu diambil Rustam setelah memperhatikan perkembangan dalam beberapa hari terakhir ini. Dia menganalisa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai kinerjanya tak memenuhi harapan sang pimpinan.

img_title Ayu Thalia Tunjukan Bukti Memar Kaki Diduga Dianiaya Nicholas Sean

Berkaca dari penilaian gubernur tersebut, Rustam lantas mengambil sikap. "Nah kalau sebagai bawahan dinilai atasan kinerjanya masih kurang, ya sudah saya pikir lebih baik saya mengundurkan diri saja, itu lebih baik," ujar Rustam, Selasa, 26 April 2016.

Langkah Rustam semakin mantap ketika keluarga memberi lampu hijau atas keputusannya. Surat pengunduran diri dilayangkan kepada Ahok, sapaan Basuki, Senin sore, 25 April 2016. Salinan surat itu juga telah diterima Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta.

img_title Jawaban Tegas Ahok Soal Stop Kartu Kredit Pertamina Limit Rp30 M

Surat Rustam bukan surat permohonan pengunduran diri, tapi pernyataan pengunduran diri. Lantaran itu,  Ahok tak perlu memberi persetujuan atas surat pengunduran diri tersebut. "Pak Rustam tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) pemberhentian," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Agus Suradika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahok tak mempermasalahkan keputusan Rustam. Dia mengganggap, hal itu merupakan hak pribadi Rustam. Meski demikian, Ahok berterima kasih atas kinerja Rustam yang telah menjadi wali kota Jakarta Utara sejak 2 Januari 2015. "Kinerjanya oke, enggak jelek-jelek amat," ujar Ahok.

Untuk sementara, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Hariadi akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Jakarta Utara. Nantinya, wali kota yang baru akan segera dilantik setelah tes jabatan oleh BKD rampung. Hasil tes itu bakal memunculkan nama pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kompetensi untuk menjadi wali kota.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut