Seribu Satu Jalan Melawan Kanker
- U-Report
Penggunaan metode optogenetik untuk mengendalikan saluran ion telah menjadi alat penting riset bagi para pakar saraf saat mempelajari otak dan sistem saraf. Peneliti Tufts University menyebutkan metode yang mereka jalani mirip dengan apa yang dilakukan ahli saraf tersebut. Jika di tangan ahli saraf, metode optogenetik memanfaatkan cahaya untuk menemukan keadaan listrik di otak, maka di tangan peneliti Tufts University, pola itu dipakai untuk menentukan keadaan listrik di dalam tubuh.Â
Dikatakan penggunaan optonegetik ini baru pertama kali dilakukan untuk riset kanker. Peneliti mengklaim, dengan metode ini, mereka bisa mencegah dan melawan pembentukan tumor dalam 30 persen kasus. Meski klaim mereka berhasil, peran optogenetik dalam pengobatan kanker belum teruji pada manusia. Peneliti masih bereskperimen pada embrio katak.Â
Terlepas masih jauh bisa diterapkan pada manusia, tapi setidaknya dengan percobaan tersebut, peneliti bisa lebih dalam mempelajari pola dan perilaku sel untuk bisa mendapatkan terapi sinyal listrik.Â
Seribu satu cara
Penggunaan cahaya untuk membunuh kanker adalah salah satu dari sekian upaya, ‘seribu satu’ cara dan jalan. Ada juga temuan dalam bidang medis yang untuk pengobatan kanker, yaitu inumoterapi. Metode ini melawan kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh indivdu.Â
Sel kanker diketahui punya kemampuan menyamarkan diri sedemikian rupa. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh tiap orang tak akan mendeteksi sel jahat tersebut, apalagi menghancurkannya.Â
Nah dalam metode imunoterapi ini, sistem kekebalan ditingkatkan guna mendeteksi sel kanker dengan lebih efektif. Pengobatan ini diyakini membantu menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik melawan kanker.
Sama seperti metode pengobatan kanker lainnya, imunoterapi menjadi harapan bagi penderita kanker. Negara yang mengadopsi metode ini adalah Polandia.Â
"Pengobatan kanker telah berkembang selama bertahun-tahun. Banyak sudah pengobatan untuk melawan kanker, seperti radioterapi, kemoterapi, terapi terarah dan adanya imunoterapi ini menandai tonggak sejarah dalam onkologi," ujar Ang Peng Tiam, Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.Â