Seribu Satu Jalan Melawan Kanker

Sel kanker.
Sumber :
  • U-Report

Jalan lain melawan kanker juga dilakukan peneliti lain dengan memanfaatkan virus. Ya melawan ganasnya kanker dengan virus, sudah umum dilakukan. 

img_title Teknologi Baru di Mandaya Royal Hospital, Mengurangi Beban Pasien Kanker

Peraih Nobel Kesehatan, Barry James Marshall, yang membidangi penyakit kanker perut berpandangan, cara yang efektif melawan kanker yaitu membuat vaksin kanker. Cara ini dilakukan dengan mengambil sedikit sampel kanker, kemudian gen dari sampel diteliti dan diukur 'tingkat kadar' kankernya. Usai itu, kata James, baru dicari protein yang bisa mengaktifkan sel yang melawan kanker. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seperti menciptakan vaksin khusus untuk kanker ditubuh pasien,” jelasnya kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu. 

img_title Teranostik Digital, Terobosan dalam Penanganan Kanker di Indonesia

Sementara metode penyembuhan kanker yang populer, kemoterapi juga banyak dijalani penderita kanker di seluruh dunia. Kemoterapi melibatkan penggunaan zak kimia untuk melawan kanker. 

Tujuan kemoterapi pada penyembuhan kanker adalah menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel onkogen (kanker) pada tubuh pasien. Prinsip kerja obat-obatan kemoterapi adalah menyerang fase tertentu atau seluruh fase pada pembelahan mitosis pada sel-sel yang bereplikasi atau berkembang dengan cepat, yang diharapkan adalah sel onkogen yang bereplikasi. 

img_title Semangat Kate Middleton Lawan Kanker: Pengobatan Berjalan Lancar

Namun belakangan metode ini telah memberikan efek buruk bagi tubuh sang penderita, salah satunya rambut rontok, kulit mengelupas dan lainnya. Makanya, kemoterapi meskipun dibilang efektif, tapi kini sedang ditinjau kembali di dunia internasional. 

Selain soal dampak buruk bagi penderita, kemoterapi juga terbilang malah biayanya. Warsito mengatakan pasien yang jalani terapi ini harus merogoh duitnya sampai US$120 ribu per tahun (Rp1,58 miliar) atau US$10 ribu per bulan (Rp132 juta). 

Penyembuh kanker dari Tanah Air?

Saat seluruh dunia berpadu berusaha menemukan metode efektif membunuh kanker, peneliti dari dalam negeri, Warsito P Taruno tak tinggal diam. Dia telah menemukan teknologi antikaker, yaitu ECCT dan ECVT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bicara soal temuan Warsito, intinya yaitu penggunaan medan listrik untuk menghambat dan membunuh sel kanker. Cara ini dianggap lebih aman dibanding terapi kanker dengan metode kemoterapi.

Warsito mengatakan, ECCT dan ECVT merupakan setara dengan radioterapi untuk terapi serta CT scan untuk pemindai dengan sumber gelombang elektromagnet pengion. Bedanya ECVT dan ECCT memanfaatkan sifat dasar biofisika sel dan jaringan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut