Tugas Belum Selesai, Bebaskan 4 WNI Lainnya

Sepuluh Warga Negara Indonesia yang dibebaskan kelompok Abu Sayyaf di Filipina saat di kediaman Gubernur Sulu, Minggu (1/5/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Inquirer.net

Lalu, Surianto (31) asal Wajo, Sulawesi Selatan, Wawan Saputra (23) asal Palopo, Sulawesi Selatan, Bayu Oktavianto (23) asal Klaten, Jawa Tengah, Rinaldi (25) asal Makassar, Sulawesi Selatan, dan Wendi Raknadian (28) asal Padang, Sumatera Barat.

img_title Santer Dikaitkan Gabung PSI tapi Golkar Tetap Buka Pintu Lebar-lebar Buat Jokowi

Sejak laporan penyanderaan diterima perusahaan, yakni PT Patria Maritim Lines, kelompok langsung mengancam untuk pembayaran tebusan senilai 50 juta peso atau setara Rp15 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, tenggat waktu pembayaran diharuskan telah disetor pada 30 Maret 2016. "Para penyandera meminta tebusan 50 juta peso dan memberi batas waktu 5 hari, terhitung sejak Sabtu 26 Maret 2016," kata Sam Barahama, kakak kandung dari nakhoda kapal Brahma 12 Peter Tonsen Barahama.

img_title Selidiki SMA dan Keaslian Ijazah Jokowi, Bareskrim Periksa 39 Saksi dan Datangi 13 Lokasi

Namun belakangan, kelompok kembali mengeluarkan revisi tenggat waktu. Mereka mengulur pembayaran tebusan hingga 8 April 2016, dengan jumlah nominal tebusan serupa seperti sebelumnya.

Waktu berjalan, hingga akhirnya muncul kabar soal pemenggalan sandera oleh pada 25 April 2016. Seorang sandera bernama (68), ditemukan tak utuh.

img_title Bareskrim: Jokowi Lulusan SMA 6 Surakarta, Surat Tanda Tamat Belajar Asli

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/04/25/571d9d1e635e4-kelompok-teroris-di-filipina-menunjukkan-sandera-mereka-rabu-20-4-2016_663_382.jpg

Kelompok Abu Sayyaf menunjukkan sandera mereka.

 

Kepala pria asal Kanada yang diculik kelompok sejak September 2015 dan dihargai senilai US$80 juta atau setara Rp105 miliar itu ditemukan dalam sebuah kantong plastik.

"Kami menemukan kepala dalam kantong plastik. Kepala itu adalah milik pria Kaukasia," kata Kepala Polisi Jolo, Wilfredo Cayat.

Tak pelak, temuan itu menuai kegeraman. Militer Filipina pun segera melakukan penyerangan. Meski tak sampai menusuk ke pertahanan kelompok , namun baku tembak mencekam akibat perburuan .

Dan tentunya, akibat aksi biadab itu, membuat Kanada bereaksi meski terlambat. "Pembunuhan ini sebuah kabar yang mengejutkan, menyedihkan, brutal, tidak masuk akal, keterlaluan, dan tercela," kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Selanjutnya...Campur Tangan Siapa?

Campur Tangan Siapa?
Kepastian pembebasan 10 sandera WNI tentu menjadi kabar baik bagi seluruh keluarga korban. Apalagi penantian ini sudah sebulan lamanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mansyur Halide, ayah kandung dari Wawan Saputra (23), ABK Brahma 12, bahkan langsung menuangkan dengan sujud syukur di rumahnya. Tangis bahagia pun pecah di kediaman Mansyur. "Terima kasih banyak. Terima kasih banyak, anak kami sudah dibebaskan," kata Mansyur.

Sejauh ini, memang belum bisa dipastikan bagaimana proses sesungguhnya hingga 10 WNI ini dilepaskan begitu saja oleh kelompok bersenjata .

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut