Bisakah Budi Gunawan Jadi Kepala BIN?
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Dalam pernyataannya, menjawab bahwa kasus Arcandra memang di luar kemampuannya. Sebabnya, BIN tidak memiliki atau diminta untuk melakukan filter terhadap calon menteri. "Para menteri tidak dimintakan clearance oleh BIN," kata tengah Agustus lalu.
![]()
FOTO: Arcandra Tahar, mantan Menteri ESDM yang baru menjabat 20 hari lalu dicopot Presiden Jokowi karena kewarganegaraannya bermasalah
Lantas apakah seluruh indikasi di atas menjadi alasan Jokowi menggantikan ? Rasanya Jokowi, yang paling paham. Hanya saja memang diakui, selama setahun menjabat dianggap minim prestasi.
Catatan berupa, turun gunungnya pimpinan Kelompok bersenjata di Aceh yang dipimpin dan pemulangan buronan koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tertangkap saat menonton balap Formula 1 di Shanghai, , sepertinya tak memberi pengaruh untuk nama baik .
"Kinerjanya biasa-biasa saja, tidak ada yang luar biasa," kata politikus PDIP Masinton Pasaribu yang juga duduk di Komisi III DPR.
Komjen BG Populer
Lalu siapa kandidat kuat pengganti ? Sejauh ini memang cuma satu nama yang paling populer, yakni Komjen .
Rachmawati Soekarno, yang tak lain adik kandung dari Megawati Soekarnoputri, bahkan pernah mengungkapkan bocoran penunjukan sebagai Kepala BIN.
Lewat akun Twitternya, @rsoekarnoputri, politikus yang selalu bersebarangan dengan Megawati ini mencuitkan bahwa penunjukan Komjen atas dasar permintaan Megawati Soekarnoputri.
Gara2 Rini Soemarno gak dipecat/kena resufle- kabarny Mega geram dan mendesak pesuruh partainya agar jagonya komjen BG dijadikan KaBIN-
— Rachmawati Soekarno (@rsoekarnoputri) August 11, 2016
- jd win win solution lagi2 urusan bagi2 kekuasaan, pdhal Inteligen Negara patut fatsunnya anggota TNI BUKAN POLRI
— Rachmawati Soekarno (@rsoekarnoputri) August 11, 2016
-apalg BG tdk punya latar belakang kualifikasi INTELIJEN, sekolah intel ada pengalaman intelijen-
— Rachmawati Soekarno (@rsoekarnoputri) August 11, 2016
- jgn asal comot sep kasus Banyubiru yg org pdip-ckp sudh Mega ngacak2 kelaziman yg ada demi ambisi pribadi! Nauzubilah min zalik.
— Rachmawati Soekarno (@rsoekarnoputri) August 11, 2016
Menguatnya nama Komjen juga mendapat respons positif dari DPR. Sejumlah politikus sudah menyatakan dukungannya dan mengaku siap memberi 'karpet merah' untuk di BIN.
"Pak BG ()Â sudah sangat layak dan memadai secara kapasitas pengetahuan, jaringan dan pengalaman," kata anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu.