Ramai-ramai Tolak Samsung Galaxy Note 7
- REUTERS/Kim Hong-Ji
Sementara, pasar Indonesia juga terdampak. Menindaklanjuti keputusan Samsung tersebut, PT Samsung Electronic Indonesia, mengatakan sudah mengumumkan keterlambatan pengambilan pemesanan Galaxy Note 7 pada 30 Agustus 2016.
Samsung bertanggung jawab kepada konsumen Samsung di Tanah Air yang telah memesan Galaxy Note 7.
"Samsung Electronics Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menghargai kesabaran konsumen yang telah melakukan pre-order Galaxy Note7," tulis Samsung dalam keterangannya kepada VIVA.co.id, Senin 5 September 2016.
Samsung Indonesia juga siap mengembalikan dana secara utuh kepada konsumen di Tanah Air yang sudah memesan Galaxy Note 7.
Dilarang Terbang
Problem baterai Galaxy Note 7 sampai ke telinga para pengelola otoritas penerbangan. Menyadari potensi munculnya kebakaran perangkat tersebut saat penerbangan, maka Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengingatkan penumpang pesawat untuk tidak menggunakan Samsung Galaxy Note 7 dalam penerbangan. Larangan penggunaan tersebut termasuk menghidupkan atau mengisi baterai ponsel Samsung model terbaru itu.
Kabar FAA merilis larangan aktivitas menggunakan Galaxy Note 7 di pesawat sudah beredar pada Sabtu 20 September 2016.
Pengumuman FAA itu kemudian diikuti oleh maskapai dunia. Tercatat beberapa maskapai internasional yang melarang pengisian ulang baterai Galaxy Note 7 di pesawat yaitu Etihad Airways, Flydubai, Air Arabia, Singapura Airlines, AirAsia, Qantas, Virgin Australia, Jetsar Airways, SAS Airlines (Skandinavia), Air France sampai maskapai Indonesia.
Semua maskapai merilis larangan pengisian ulang baterai Galaxy Note 7 di pesawat dengan mempertimbangkan keselamatan dan imbauan dari FAA.
Sementara itu, di India, pelarangan Note 7 ini di India tersebut dikeluarkan langsung dari level pemerintah, yakni Kementerian Penerbangan Sipil India.
Di Uni Emirat Arab, larangan aktivitas menggunakan Galaxy Note 7 dikeluarkan otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab. Larangan seperti yang dirilis FAA, yang mencakup memakai, mengisi ulang baterai dan menyimpan Galaxy Note 7 di bagasi.
"Ini adalah tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan penerbangan," jelas Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Uni Emirat Arab, Saif al-Suwaidi dikutip dari Aboutcroatia.
AirAsia dalam keterangannya juga menekankan risiko keamanan dari Galaxy Note 7 dan problem baterai pada perangkat itu. AirAsia dan AirAsia X melarang penumpang menggunakan dan mengisi baterai Galaxy Note 7 sampai ada pemberitahun lebih lanjut.