Ramai-ramai Tolak Samsung Galaxy Note 7
- REUTERS/Kim Hong-Ji
Laman Chosun Ilbo, memperkirakan dengan recall 2,5 juta unit Galaxy Note 7, biayanya mencapai Rp23,8 triliun. Sementara versi lain biaya recall itu mencapai US$1 miliar atau Rp13,1 triliun.
Para analis memperkirakan, recall tersebut setidaknya membuat Samsung berpotensi kehilangan pendapatan hampir mencapai US$5 miliar pada tahun ini.
Dikutip dari BGR, perusahaan finansial multinasional berbasis di Swiss, Credit Suisse, menaksir setidaknya Samsung bisa mengantongi US$600 (Rp7,9 juta) pendapatan dan US$108 (Rp1,4 juta) laba operasional untuk tiap penjualan unit Galaxy Note 7.
Sementara sesuai rencana awal, Samsung diperkirakan akan mengapalkan empat sampai lima juta unit pada kuartal saat ini dan akan mengirimkan delapan sampai sembilan juta unit selama kuartal terakhir tahun ini.
Analis Samsung Securities, Hwang Min-sung, dikutip Korea Herald, mengatakan keputusan recall dan program pertukaran berbiaya Rp1,4 triliun.
Sang analis itu mengatakan program recall dan penukaran itu bakal memangkas laba operasional Samsung mencapai Rp4,7 triliun. Sedangkan, Hwang mengatakan, pada kuartal terakhir, recall menelan biaya Rp3,57 triliun.
Namun demikian Hwang mengakui recall memang merupakan faktor negatif bagi Samsung, tapi dia yakin momen buruk itu berlangsung dalam jangka pendek dan pada akhirnya Samsung bakal bangkit. Dia melihat, investor cenderung melihat positif keputusan recall Samsung tersebut.
"Pasti (recall) akan menjadi keputusan yang bijaksana, sebab langkah alternatif lainnya tidak mungkin untuk membantu Samsung mendapatkan kembali kepercayaan dari konsumen dan investor," kata dia.
(ren)