Babak Baru BlackBerry

Logo BlackBerry.
Sumber :
  • Reuters/Mark Blinch

Soal kegagalan BlackBerry dalam bisnis smartphone, banyak yang menuding adanya kesalahan strategi dan merespons pasar. 

img_title Unik Banget, Istri Denny Sumargo Ngidam Strawberry Rp100 Ribu hingga Berlian

Setidaknya kesalahan yang berujung pada menurunnya bisnis smartphone BlackBerry yaitu, pertama terlambat menggunakan teknologi layar sentuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kompetitornya, iPhone yang dirilis Apple muncul dengan perangkat berteknologi layar sentuh, BlackBerry awalnya mengejeknya dan tetap kukuh dengan perangkat fisiknya. Belakangan insting Apple tersebut tepat, dan menjadi tren baru dalam dunia teknologi. BlackBerry berupaya mengejarnya dengan membuat perangkat berlayar sentuh, namun sudah terlambat. 

img_title Wine, Minuman Kelas Atas jadi Tren Gaya Hidup

Kesalahan kedua, BlackBerry terlambat memperkenalkan BlackBerry 10. Padahal jika BlackBerry cepat mengenalkan BlackBerry 10 ke pasar, ceritanya bakal berbeda. Saat itu, perusahaan Kanada itu lebih memilih mengembangkan tablet BlackBerry PlayBook.

Diketahui BlackBerry menunda peluncuran BlackBerry 10 hingga 2013. Sementara pada saat yang sama, Google dan Apple sudah mengeluarkan sistem operasi terbaru mereka. 

img_title Bisnis Baru BlackBerry

Selain Blackberry terjebak pada perkembangan produk PlayBook, perusahaan juga lebih memilih meng-update hardware dari pada sistem operasinya. Itu terjadi akibat dari kepemimpinan yang buruk, dan benar-benar sangat memalukan bagi perusahaan.

Naik turun BlackBerry

BlackBerry sempat menikmati masa kejayaan dalam industri ponsel pintar, perusahaan ini pernah menjadi pemimpin pasar setelah hadir 14 tahun dalam industri. 

Dalam sewindu pertama debutnya, perusahaan yang dulu bernama Research In Motion (RIM) itu sempat mencicipi masa kejayaan pasar ponsel di dunia. Produk BlackBerry melesat di pasar.  

Namun masa puncak itu hanya sampai 2007. Masa kejayaan BlackBerry tak bertahan lama. Pada tahun ini, muncul kompetitornya, Apple yang memperkenalkan iPhone, ponsel pintar dengan teknologi layar sentuh. 

Awalnya, BlackBerry merasa iPhone tak menjadi ancaman. Tapi belakangan inovasi iPhone mulai mendapatkan respons bagus di pasar. Layar sentuh cukup menjadi pengalaman baru bagi pengguna. Perlahan iPhone mulai populer. 

Melihat denyut iPhone mulai kian besar, BlackBerry merespons dengan rilis produk andalan, BlackBeryy Bold 9000. Namun ponsel ini hadir tanpa layar sentuh, masih mengandalkan Qwerty fisik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, BlackBerry meluncurkan seri Storm 9530 yang untuk pertama kalinya memperkenalkan pengalaman Qwerty dalam layar sentuh. 

BlackBerry tak berhenti. Perusahaan ini kemudian memperkenalkan sabak digital, BlackBerry PlayBook pada September 2010 dan merilis seri Bold 9900, yang menggabungkan versi original Bold 9000 dengan layar sentuh. Namun, sayangnya langkah ini sudah terlambat. Sistem operasi iOS milik Apple dan Andorid milik Google bahkan sudah makin meroket. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut