Madrasah Bukan Kelas Rendah
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Bisa diceritakan awal mula tertarik dunia robotik?
Ocha: Awalnya melihat adik main robotik, melihat adik latihan di rumah, melihat adik merakit.Â
Saat itu merakit apa?
Ocha: Merakit robot soccer. melihatnya terus saya jadi tertarik.Â
Apakah bapak dan ibu mendorong untuk tertarik ke sana?Â
Ocha: Kemauan sendiri. Asyik soalnya (bermain robotik).
Bagaimana asyiknya?
Ocha: Karena banyak robot yang bisa dibuat, belajar memprogram robot juga.Â
Saya dengar Ocha juga bisa memprogram komputer untuk robot. Belajarnya dari mana?
Ocha: Lihat di buku, di Google. Ada umi (ibu) yang ngajarin.Â
Yang ikut ekskul robotik sebenarnya siapa?
Ocha:Â Adik. Saya enggak ikut.Â
Kenapa menyukai hal-hal robotik, keinginan setelah suka belajar robotik apa?
Ocha: Ingin menang lomba. Ingin cita-citanya jadi pembuat robot.Â
Senang melihat film nuansa robotik?
Ocha:Â Senang sekali. Ya lihat ya, seperti yang saya suka itu Film Transformer. Nanti bisa merakit-rakit.Â
Ide konsep robotik yang dihasilkan Ocha dan Ave itu ide dari mana, apa dapat masukan dari orang lain?
Ibu: Jadi konsep robot yang dibuat dari kompetisi apa yang dikuti. Kategori apa yang diikuti. Misalnya ada kategori robot soccer, ya ikuti soccer. Bentuknya tergantung dari perakitan, tidak ditentukan. Perakitan menurut peserta sendiri.Â
Bentuk coding-nya juga muncul dari anak-anak, bukan dari panitia. Panitia tidak menentukan.Â
Robot apa yang disukai?
Ocha: Robot zero, robot yang bisa buat apa saja. Robot bisa dibentuk macam-macam, dari binatang sampai orang.Â
Berasal dari ekskul dan melihat dari adik dan ikut lomba regional sampai internasional. Apakah semuanya itu ada dari dorongan orangtua?
Ocha: Kemauan sendiri.Â
Soal informasi lomba dan kompetisi, mencari sendiri atau mendapat kabar dari pihak lain?
Ibu: Selain mencari (sendiri) kita dapat informasi juga, dari teman-teman. Yang sendiri itu kompetisi regional. Kalau (kompetisi) internasional pasti dapat info dari komunitas robotik, dari kementerian.Â
Selain ekskul, apa juga ikut komunitas robotik?
Ibu: Enggak. Jadi selama ini belajarnya berdua saja, sama adiknya saja. Bisa dibilang otodidak.Â