Proses Panjang Wujudkan Kendaraan Rendah Emisi
- VIVA.co.id/M. Ali. Wafa
Sementara itu, beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand, saat ini sudah menerapkan standar Euro 4. Bahkan, Singapura telah memakai Euro 5.
Sekadar informasi, standar Euro saat ini menjadi patokan bagi industri otomotif untuk merancang dan membuat kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan.
Standar ini mengatur kadar polusi yang boleh dihasilkan oleh semua kendaraan bermotor, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga truk dan bus.
Dengan menaikkan standar emisi, diharapkan kualitas udara di Indonesia tidak akan bertambah parah. Karena, polusi yang dihasilkan kendaraan berkurang jumlahnya.
Selain itu, industri otomotif nasional juga akan terbantu, bila pemerintah Indonesia mau menerapkan Euro 4.
Hal ini karena, selama ini pabrikan otomotif memakai platform terbaru dari principal, untuk merancang dan memproduksi kendaraan.
Platform tersebut, tentunya sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar global. Dan pasar otomotif global saat ini menjadikan Euro 4 dan Euro 5 sebagai standar.
Jika teknologi mesin Euro 4 dibawa ke Indonesia, harus dilakukan penyesuaian dengan bahan bakar yang ada di Tanah Air. Hal itu akan berimbas pada tambahan biaya riset dan produksi.
Menurut External Affairs and Public Relations Director General Motors Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono, alasan GM tidak menghadirkan mobil baru bermesin diesel di Indonesia adalah karena standar emisi yang masih Euro 2.
“Kalau di negara-negara lain, sudah standar emisi Euro 4 hingga Euro 5. Sementara, Indonesia masih Euro 2. Jadi, bahan bakar itu kan harus disesuaikan," ujar Yuniadi beberapa waktu lalu.
Hal yang sama juga diutarakan Product Development Director Isuzu Astra Motor Indonesia, Edy J Oekasah. “Harus ada tambahan biaya pengembangan mesin untuk turun jadi Euro 2,” ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah mengaku, saat ini Kementerian Perindustrian sudah memiliki rencana untuk mengganti standar Euro 2 menjadi Euro 4.
"Saya sedang mengkaji dengan Menperin, bagaimana Euro 4 harus segera dikaji dan diterapkan di Indonesia," kata Wakil Presiden, Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, dengan naiknya standar bahan bakar tersebut, diharapkan akan memacu adrenalin persaingan Industri otomotif Indonesia untuk bersaing di pasar dunia.