Menguak Kebohongan ISIS, Islam Bukan Teror

Para militan ISIS
Sumber :
  • ANTARA/Reuters

Mengejar Mimpi

img_title Kanada Resmi Akui Negara Palestina

Anggota militan ISIS di Suriah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FOTO: ILustrasi/Militan ISIS
 

img_title Resmi! Inggris Akui Negara Palestina

Dalam sebuah laporan yang pernah dirilis Kementerian Dalam Negeri Turki pada Juli 2017, negara ini mengaku telah menangkap 4.957 militan asing yang terlibat ISIS.

Dari jumlah itu, ada dua negara terbanyak yang menjadi 'pengekspor' para militan, yakni Rusia dengan 804 orang, dan kedua Indonesia, dengan jumlah mencapai 435 orang.

img_title RI Sebut Sidang Umum PBB Galang Pengakuan Negara Palestina

Tak ada yang mengetahui persis berapa data pasti orang Indonesia yang berbondong-bondong ke ISIS. Ada yang menyebut jutaan, ada juga yang ratusan.

Namun fakta memang menunjukkan bahwa tidak sedikit orang Indonesia yang bersimpati dengan ISIS. Mereka nekat menjual segalanya dan meninggalkan apa pun demi harapan mereka soal ISIS yang tersebar di internet.

Atas itu, segala cara pun dilakukan. Salah satunya lewat bantuan penyelundup atau lewat negara ketiga. Umumnya mereka bersama keluarga akan menempuh jalan ini demi tiba di Suriah.

Karena itu, pernah disebutkan bahwa ada sekira 2 persen kekuatan milisi ISIS di Suriah menggunakan orang Indonesia. Maklum jika ditotal sejak 2012, ada 12 ribu WNI yang telah dipulangkan dari Suriah.

Meski tak semuanya terlibat ISIS. Namun data terakhir estimasi Kementerian Luar Negeri masih tersisa dua ribu orang lagi di Suriah.

Dari jumlah itu, diperkirakan seperempatnya mereka yang masuk dalam aktivitas terorisme. "Ada sekitar 500 WNI yang kini tinggal di luar negeri, diduga kuat masuk dalam jaringan sel-sel radikalisme termasuk ISIS," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, akhir April lalu.

Berapa pun itu, yang jelas saat ini dengan adanya kesaksian para WNI yang telah tiba kembali di tanah air atas kisah mereka di Suriah, mempertegas bahwa ISIS hanyalah menebar mimpi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan hidup di negara Islam seperti yang diidam-idamkan orang Indonesia yang bersimpati kepada ISIS, tak lebih sebagai propaganda untuk merekrut militan baru.

"Yang saya lihat dari ISIS itu hanya tiga hal yang mereka kejar, mereka hanya mengejar kekuasaan, mengejar harta, dan wanita. Itu nyata sekali," ujar Difansa Rachmani, seorang WNI yang kini melarikan diri dari ISIS.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut