Robot Pembunuh Ancam Peradaban Manusia

Ilustrasi drone yang dilengkapi senjata rudal.
Sumber :
  • LinkedIn

Ia mengaku khawatir bahwa sistem ini sangat rentan mengalami kegagalan, hacking, spoofing, dan manipulasi oleh musuh.

img_title Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Tengah Besarnya Investasi AI, Gelombang Efisiensi Teknologi Berlanjut

Scharre juga menuturkan, yang bisa dilakukan sekarang adalah mengeluarkan moratorium, bukan larangan langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, bagi mereka yang menentang pengembangan dan penggunaan robot pembunuh mutlak dilarang. "Ibaratnya, kita seperti membuka kotak Pandora maka akan sulit ditutup lagi," paparnya.

img_title AI Kini Tak Lagi Kerja Sendiri

China Military-Robot-Norinco.

Robot Norinco.

img_title Mengintip Wajah Industri Digital di Era Kecerdasan Buatan

Pada 18 November 2017 lalu, pendiri Apple Steve Wozniak serta CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, bersama 115 ahli kecerdasan buatan dan robotika, melakukan pertemuan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa membahas Senjata Konvensional (United Nations Convention on Conventional Weapons/UNCCW).

Pertemuan ini sedianya dilaksanakan pada 21 Agustus lalu, namun diundur. Mereka meminta apa yang dianggap sebagai teknologi 'yang salah secara moral' itu untuk dicantumkan ke dalam daftar senjata yang dilarang berdasarkan UNCCW.

Ilmuwan Stephen Hawking bergabung dengan Musk, Wozniak dan ratusan ahli lainnya ke dalam Future of Life Institute.

Ketua UNCCW, Amandeep Gill menegaskan, robot tidak akan mengganti peran manusia di masa depan.

"Saya ingin tegaskan di sini bahwa robot tidak akan mengambilalih dunia. Manusia masih bertugas. Kita harus berhati-hati, agar tidak emosional atau mendramatisir masalah ini," ungkapnya.

Tak pelak, dalam pertemuan tersebut, menghasilkan dua poin kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, sebagian besar negara setuju dikeluarkannya instrumen yang mengikat secara hukum untuk mengendalikan penggunaan teknologi ini.

Kedua, mayoritas negara menerima beberapa bentuk pengendalian atas sistem persenjataan oleh manusia. (asp)

Ilustrasi AI

PBB Tegaskan AI Bisa Jadi Ancaman Bagi Umat Manusia

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk menegaskan bahwa Kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia dan perlu diwaspadai

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut