Sesal dan Amanah Si 'Maknyus'
- VIVAnews/Muhamad Solihin
"Ya dia olahraga, apalagi tahun terakhir sehat sekali. Jadi dia orang yang sangat disiplin dalam olahraganya, makanannya," kata dia.
![]()
Bondan sendiri memang sudah berulang kali mengingatkan publik untuk menjaga kesehatan, meski sering menyantap makanan penuh lemak dan kolesterol. Menurutnya, setiap orang harus menggunakan rumus ‘know what you eat’ atau ‘kenali apa yang Anda makan’.
"Kalau lagi syuting, sehari kami bisa mendatangi 8-12 tempat. Semua makanan saya cicipi, tapi tidak dihabiskan," kata Bondan dalam wawancara bersama VIVA beberapa tahun lalu.
Dia menjelaskan, jika tiga hari dia selalu makan enak, maka dua hari berikutnya harus melakukan detoksifikasi. Caranya, tidak makan sama sekali dan hanya minum air dua liter. Selain itu, setiap dua jam sekali ia mengonsumsi jus buah dan sayur tanpa gula ditambah suplemen.
Di samping itu, Bondan juga rutin berolahraga selama dua jam sehari, seperti bersepeda dan berenang. Ia mengatakan, disiplin berolahraga dan diet membuat gula darah normal, sehingga dia tak perlu mengonsumsi obat antihipertensi.
"Saya tidak perlu minum obat antihipertensi yang saya minum selama delapan tahun. Saya merasa lebih baik, lebih gembira dan menikmati hidup," ucap Bondan.
Sesal dalam Kata 'Maknyus'
Bondan selalu menyebut 'Maknyus' untuk menggambarkan betapa lezatnya makanan yang dia santap dalam acara kuliner di program TV yang pernah ia pandu. 'Maknyus' pun menjadi populer dan banyak digunakan masyarakat untuk mengungkapkan kelezatan suatu makanan.
Namun, ternyata di balik ketenaran kata dalam acara kuliner tersebut, terselip satu penyesalan. "Penyesalan saya, kenapa selama ini saya enggak terlalu menyinggung soal gizi. Saya ngomong soal ‘maknyus’, kalau cari makanan harus yang ‘maknyus’, tapi enggak ngomongin pentingnya gizi. Padahal itu rohnya makan," kata Bondan, Maret 2014 silam.
Sebagai seorang pengamat kuliner, Bondan tahu betul bagaimana pola konsumsi masyarakat Indonesia yang seringkali salah kaprah. Pengetahuan masyarakat yang minim seputar gizi membuatnya prihatin.
Hal itu pula lah yang membuat ayah dari Gwendolin Amalia Winarno ini memutuskan untuk membuka restoran sendiri. Ia ingin mengedukasi orang soal makanan. “Orang Indonesia itu makannya kan sembarangan,” ujarnya waktu itu.