Sesal dan Amanah Si 'Maknyus'
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Jadi, bisa dibilang salah satu keinginan Pak Bondan yang belum tercapai adalah ingin merekomendasikan makanan-makanan lezat ke masyarakat luas seperti yang selama ini ia lakukan, tapi disertai penjelasan mengenai gizi dan kesehatan.
"Selama ini dakwah saya kan tentang makanan enak. Tapi di acara saya, saya enggak boleh ngomong soal gizi. Sebenarnya saya benci, karena makanan enak harus dilandasi dengan pengertian tentang gizi," ucapnya.
![]()
Dia juga pernah mengaku bosan ditanya orang soal kolesterol tinggi. Bondan menjelaskan, ia makan bebas hanya saat memandu acaranya. Di luar itu, ia benar-benar makan makanan sehat untuk mengimbangi segala makanan berlemak yang ia santap saat syuting.
"Di rumah, saya jangan harap ketemu gula. Saya kalau di rumah makan kayak gembel. Tapi saat sedang kerja saya makan seperti biasa. Kan dalam hidup sesekali menyantap makanan enak itu perlu," ujarnya.
Namun, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan asupan gizi sehari-hari. Selain itu porsi makanan juga menjadi hal yang patut dijadikan concern.
Ia pernah mengatakan, penyebab Indonesia menjadi negara dengan penduduk berpenyakit gula tertinggi keempat di dunia adalah karena masyarakatnya mengonsumsi nasi terlalu banyak.
"Bukan berarti Anda harus benar-benar berhenti makan nasi. Harus diakui makanan seperti rendang itu enggak nikmat kalau enggak dimakan pakai nasi. Tapi tolong jangan berlebihan," ujarnya.
Andai masyarakat mau lebih sadar akan pentingnya menjaga pola makan dan hidup sehat. Mungkin Pak Bondan tak perlu menyesal. Lain kali, sebelum berburu kuliner ‘maknyus’, ingat amanah mendiang Bondan. Jangan berlebihan dan ketahui apa yang Anda makan.
Selamat jalan, Pak Bondan. Semoga damai menyertaimu.