Libur Panjang Cuaca Buruk Membayang
- ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai dahlia bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan gerak 7 knot atau 13 kilometer per jam dan dipastikan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatannya 35 knot atau 65 kilometer per jam. Tekanan terendah pada badai mencapai 998 mb.
Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan ketinggian gelombang mencapai empat meter, menurut prakiraan BMKG, berpotensi terjadi hingga 4 Desember.
Meski lokasi kemunculan badai Dahlia cukup jauh dari wilayah Ibu Kota, aktivitas badai pada koordinat 8,2 lintang selatan dan 100,8 bujur timur akan memengaruhi cuaca di Jakarta. Badai itu dapat berdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Badai juga memicu terjangan angin kencang dengan kecepatan mencapai 20 knot, terutama diperkirakan melanda wilayah pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian selatan, dan Jawa Barat bagian selatan.
Selain itu, badai Dahlia juga memengaruhi kondisi gelombang laut; ketinggian gelombang bisa mencapai empat meter hingga enam meter, terutama di perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa.
Badai dahlia terdeteksi tumbuh pada pukul 19.00 WIB, Rabu, 29 November. Badai muncul saat aktivitas badai cempaka mulai luruh dan menjauh dari wilayah Indonesia.
Badai siklon Cempaka, pada 27-29 November, telah menimbulkan kerusakan dan korban di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilaporkan sedikitnya 131 titik kejadian pohon tumbang, 114 titik terdampak longsor, dan 110 kawasan banjir. Semua tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman.