Ramadhan, Polisi Dubai Minta Masyarakat Jangan Beramal ke Pengemis

Ilustrasi pengemis di Dubai.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Setelah dimulainya bulan suci Ramadhan, Kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab, meminta masyarakat setempat untuk tidak beramal ke pengemis di jalanan. Imbauan itu sengaja dilakukan polisi Dubai agar masyarakat bisa terhindar virus Corona yang masih menjadi ancaman.

img_title Bandara Internasional Tersibuk di Dunia Akan Ditutup pada 2035: Dubai Siapkan Megaproyek Bandara Baru

Direktur Departemen Anti-Penyusup Kepolisian Dubai, Kolonel Ali Salem, mengatakan, bahwa kegiatan mengemis merupakan sesuatu hal yang ilegal di UEA. Sebab, banyak orang yang menggunakan cara mengemis untuk mendapatkan uang dengan mudah, terlebih di saat-saat seperti ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Polisi Dubai menerapkan rencana keamanan untuk memerangi pengemis. Kami akan bekerja sama dengan departemen lainnya," kata Ali Salem, seperti dikutip dari Gulf News, Selasa 28 April 2020.

img_title Park Seo Jun, Choi Woo Shik, dan Park Hyung Sik Bintangi Kampanye Pariwisata Terbaru Dubai

Baca Juga: Langgar Aturan Cegah Corona, 2 Pejabat Malaysia Kena Denda Tinggi

"Nantinya, akan lebih banyak lagi patroli di area yang spesifik. Selain itu, masyarakat bisa melaporkannya dengan menelpon 901 atau saluran pintar lainnya," 

img_title Wow, Rolls-Royce Cullinan Mansory Seharga Miliaran Jadi Mobil Patroli Polisi di Dubai

Ali Salem juga menambahkan, bahwa mengemis dapat dikaitkan dengan kejahatan lain seperti perampokan. Apalagi, metode kerja para pengemis membuat orang-orang yang melihatnya menjadi simpati kepada mereka.

Makanya, Ali Salem menyarankan kepada masyarakat agar beramal melalui lembaga resmi yang sudah disediakan. Menurutnya, hal itu lebih bermakna ketimbang memberikan rezeki lebih kepada pengemis di jalanan.

Bendahara Umum Nasdem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Ditawari Pindah ke Dubai, Netizen: Nilainya Banyak yang 6, Bisa Bahasa Arab?

Setelah membuat pernyataan menghebohkan hingga meningkatkan sentimen publik yang menyebabkan kekacauan dan aksi penjarahan, keberadaan Ahmad Sahroni tidak diketahui.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut