Pola Asuh Anak, Mengapa Remaja Perlu Tahu

Genbest Talk “Remaja Hebat, Kunci Generasi Sehat”
Sumber :
  • Kemenkominfo

VIVA – Selain mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan diri, untuk mencegah stunting perilaku pola asuh orang tua kepada bayi dan balita perlu diperhatikan. Dalam hal ini, berbagai perilaku pola asuh pada bayi dan anak yang kurang baik harus dihindari karena dapat menyebabkan anak gagal tumbuh atau stunting. 

img_title Fakta Mengejutkan Dibalik Penangkapan Bjorka: Duit Hasil Jual Data Buat Hidupi Kerabat

Demikian disampaikan Ketua Tim Informasi Komunikasi Kesehatan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Marroli J Indarto dalam diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Remaja Hebat, Kunci Generasi Sehat”, yang dihadiri para remaja di Kabupaten Jepara, Selasa (13/7).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya beberapa perilaku semasa hamil dan berlanjut pada pengasuhan anak harus diperhatikan. Seperti rendahnya pemahaman saat melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan yang dilanjutkan pemberian ASI dan makanan pendamping ASI. Selain itu, pemberian gizi seimbang yang tepat sangat menentukan tumbuh kembang anak.

img_title Viral ART di Depok Aniaya Anak Majikan, Polisi Turun Tangan

Marroli mengatakan informasi terkait pola asuh orang tua kepada anak tidak hanya penting diketahui oleh mereka sudah memiliki anak, namun jauh sebelum itu saat mereka masih remaja seharusnya sudah mengetahui informasi ini. Hal tersebut agar saat mereka menjadi orang tua sudah cukup pengetahuan untuk membesarkan generasi bebas stunting.

“Stunting harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kemampuan kognitif anak tidak maksimal yang disertai perkembangan fisik terhambat,” katanya. 

img_title Harus Baca! Anak Korban Penganiayaan Sadis oleh Pasangan Sejenis di Kebayoran Lama Akhirnya Pulang ke Ayah Kandung

Pemerintah hingga kini terus berupa menekan angka stunting karena bonus demografi di Indonesia saat ini sudah dimulai, dan jika bonus demografi ini tidak dikelola dengan baik maka kemajuan Indonesia akan terhambat. Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan angka stunting secara nasional sudah mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 21,6 persen tahun 2022.  Pemerintah menargetkan angka stunting turun hingga 14 persen di tahun 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter Spesialis Anak ST Andreas yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut sepakat pola asuh orang tua pada anak penting diperhatikan untuk mencegah stunting.

“Stunting merupakan akibat dari kebiasaan dan pola asuh yang salah dari orang tua kepada anaknya. Kesalahan pola asuh untuk kebutuhan nutrisi dan gizi yang tidak tercukupi pada 1000 hari pertama,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut