Kata Marc Marquez Usai Juara Dunia MotoGP 2025

Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez
Sumber :
  • crash.net

VIVA – Marc Marquez akhirnya kembali meraih gelar juara dunia MotoGP setelah enam tahun penantian panjang penuh penderitaan. Kepastian itu hadir usai balapan di MotoGP Jepang 2025, Minggu 28 September.

img_title Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Beri Pernyataan Mengejutkan soal Valentino Rossi

Bahkan sebelum melintasi garis finis, Marquez sudah tak kuasa menahan air mata di balik helmnya. “Hari ini saya tidak bisa mengontrol emosi. Di lap terakhir saya menangis di dalam helm, sampai sulit melihat titik pengereman,” ujar Marquez dengan senyum haru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marquez memang harus puas finis di belakang rekan setimnya di Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. Namun posisi kedua sudah cukup memastikan gelar dunia kesembilannya di kelas utama.

img_title Luca Marini Tercepat di FP1 MotoGP Mandalika, Marc Marquez Posisi Kelima

Gelar ini terasa begitu spesial. Pasalnya, tak ada juara dunia MotoGP sejak 1949 yang menunggu selama itu untuk kembali naik takhta. Karier Marquez benar-benar seperti dua sisi matahari dan bulan—gemilang di awal, kelam di pertengahan.

Sejak debut di 125cc pada 2010, Marquez langsung mengoleksi delapan gelar dalam sepuluh tahun. Ia bahkan mencatat sejarah sebagai rookie pertama setelah Kenny Roberts yang langsung jadi juara dunia, sekaligus termuda di usia 20 tahun 266 hari.

img_title Okupansi Hotel di Mataram Terdongkrak Gelaran MotoGP Mandalika hingga 85 Persen

Namun segalanya berubah drastis pada 2020. Cedera lengan di Jerez memaksanya menjalani empat operasi, disusul patah tulang lain, hingga dua kali mengalami gangguan penglihatan ganda. Masa itu menjadi titik terberat sepanjang kariernya.

Marquez mengaku, baru kali ini ia benar-benar memahami arti penderitaan. “Enam tahun lalu saya tidak tahu apa itu menderita. Sejak 2010, karier saya penuh kejayaan. Kalau cedera, cukup tiga atau empat bulan lalu juara lagi. Tapi empat tahun terakhir benar-benar berbeda,” tuturnya.

Kebangkitan dimulai ketika ia meninggalkan Honda dan memilih Ducati. Bersama motor yang kompetitif, Marquez mampu mengembalikan ritmenya. Lebih tenang, lebih penuh perhitungan, namun tetap mematikan di lintasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, dengan 541 poin yang dikoleksi, Marquez resmi menutup penantian panjang. Gelar dunia kembali ke genggamannya, sekaligus menegaskan bahwa juara sejati tidak pernah benar-benar hilang.

“Pada akhirnya kita semua manusia. Saya punya talenta di sini, orang lain punya talenta berbeda. Tapi kita sama-sama hanya berusaha memberikan yang terbaik,” ucap Marquez menutup perjalanannya dengan penuh makna.

Sirkuit Mandalika

Sekali Balapan, MotoGP Boyong Logistik Ratusan Ton ke Mandalika

Gelaran MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya menghadirkan aksi balap kelas dunia.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut